Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Thursday, 19 May 2011
Persewangi Ikut serta dalam Kongres PSSI
Metrotvnews.com, Jakarta: Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengumumkan daftar peserta Kongres PSSI untuk pemilihan pengurus periode 2011-2015 yang akan berlangsung 20 Mei di Hotel Sultan, Jakarta. PSSI telah mengirimkan undangan Kongres kepada seluruh anggota PSSI pemilik hak suara.
Monday, 21 March 2011
Chris John Terima Bayaran Termahal
SEMARANG, Kompas.com — Pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA, Chris John, menjalani latihan lanjutan di Banyuwangi, Jawa Timur, selama tiga pekan untuk persiapan pertarungan melawan Daud "Cino" Yordan, di Jakarta, 17 April 2011.
"Kami baru saja tiba di Banyuwangi dan mulai Senin (21/3) berlatih di Sasana Mirah Boxing pimpinan Pak Zaenal (Zaenal Thayib)," kata Chris John, ketika dihubungi Antara dari Semarang, Minggu.
Menurut petinju dengan rekor bertarung 44 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri tersebut, seminggu sebelum pertarungan, dirinya bertolak ke Jakarta untuk persiapan naik ring.
Pada latihan lanjutan di Banyuwangi ini, petinju yang sudah 13 kali mempertahankan gelarnya tersebut membawa tiga mitra tanding dari petinju Sasana Herry’s Gym, Perth, Australia. Mereka adalah Ben Rabah, Malcom, dan petinju yang didatangkan dari Amerika Serikat, Yolande Evens.
"Kami bawa mereka ke sini untuk menjadi mitra tanding saya selama persiapan menghadapi Yordan," kata petinju asal Kabupaten Banjarnegara, Jateng, itu.
"Kami belum rencana menambah mitra tanding dari petinju setempat," kata petinju yang terakhir kali mempertahankan gelarnya saat menang angka mutlak atas petinju Argentina, Fernando Saucedo, di Jakarta, 5 Desember 2010.
Sebelumnya, Chris John menjalani latihan di Sasana Herry’s Gym Perth, Australia, sejak Rabu (9/2), meskipun sebelumnya juga sempat latihan di Negeri Kanguru sekitar dua pekan.
Sebelumnya, promotor pertarungan tersebut, Raja Sapta Oktohari, mengatakan, pertarungan melawan Daud Yordan menjadi bayaran termahal yang diterima petinju dengan julukan "The Dragon" tersebut. "Tidak etis kalau menyebutkan jumlahnya tetapi yang pasti pertarungan mendatang merupakan termahal bagi Chris John," katanya menegaskan.
Pertarungan melawan petinju asal Kalimantan Barat (Daud Yordan) mendatang merupakan yang ke-14 kali bagi ayah dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) tersebut.
Pertarungan di Jakarta bukan pertama kali bagi Chris John karena sebelumnya juga sempat naik ring di Jakarta, seperti lawan Fernando Saucedo (Argentina), Roinet Caballero (Panama), Derrick Gainner (Amerika Serikat), pertarungan kedua melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela).
Tuesday, 22 February 2011
Ratusan Bonek Keleleran
www.radarjogja.co.id | BANYUWANGI– Polisi harus bekerja keras mengawal kepulangan ribuan suporter Bonek (pendukung fanatik kesebelasan Persebaya 1927) dari Bali. Aparat tak mau kecolongan terjadinya kekisruhan di Bumi Blambangan karena gelombang kedatangan suporter dari Surabaya tersebut.
Ratusan personel polisi tampak siaga di sekitar pelabuhan Ketapang sejak Minggu malam lalu (20/2). Suporter bondho nekat itu datang bergelombang setelah mendukung tim kesayangannya berlaga menghadapi kesebelasan Bali Devata di stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Bali pada sore harinya.
Gelombang pertama kedatangan ribuan suporter itu di Bumi Blambangan tercatat sekitar pukul 22.00 Minggu malam lalu. Mereka diangkut dengan beberapa unit kapal feri dari Pelabuhan Gilimanuk. Sejak saat itu, aparat mulai bersiaga untuk menghindari terjadinya anarkisme ratusan suporter tersebut. Terlebih, tim kesayangan mereka berhasil ditekuk tim tuan rumah Bali Devata dengan skor tipis 2 – 1.
Kondisi semakin tegang ketika rombongan Bonek keluar dari areal Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Pada saat itu, seorang oknum yang mengenakan kaus suporter Arema melontarkan kata-kata yang bisa menyulut emosi suporter bonek. Pemuda yang kemudian diketahui bernama Andi, 26, warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro langsung diamankan polisi. Dia digelandang ke mapolsek setempat.
Sementara itu, sebanyak 179 personel Polres Banyuwangi diterjunkan untuk mengamankan proses kepulangan Bonek tersebut. Begitu sampai di pelabuhan Ketapang, mereka langsung diarahkan untuk menaiki 47 unit bus yang telah disediakan untuk mengangkut mereka pulang ke Surabaya.
Namun sayang, puluhan armada bus tersebut tidak cukup menampung suporter yang memiliki atribut kebanggaan warna hijau itu. Polisi juga menyediakan tujuh unit truk untuk mengangkut mereka kembali menuju kota asalnya.
Dikonfirmasi saat melakukan pengamanan di areal Pelabuhan Ketapang, Minggu malam kemarin, Wakapolres Banyuwangi, Kompol Heru Prasetyo menyatakan, tujuh unit truk tersebut akan mengantarkan bonek yang tak tertampung bus sampai ke perbatasan Banyuwangi-Situbondo. ”Dari Situbondo juga akan disediakan truk dan pengawalan dari aparat kepolisian setempat. Mereka akan diantar menuju ke perbatasan Situbondo, begitu seterusnya,” ujarnya.
Membeludaknya jumlah suporter tim sepak bola Surabaya yang memberikan dukungannya saat Persebaya 1927 berlaga di Bali Minggu sore itu, ternyata juga sempat merepotkan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Banyuwangi Baru. Karena tidak kebagian tempat duduk di bus dan truk, mereka memutuskan untuk bermalam di stasiun pemberangkatan pertama dari arah timur Pulau Jawa tersebut.
Sekitar 400 orang suporter Bonek itu bermaksud menunggu keberangkatan KA ekonomi Sritanjung jurusan Banyuwangi – Surabaya - Jogjakarta. Parahnya, mereka ingin menumpang angkutan masal tersebut secara gratis.
Tak pelak, beberapa pentolan Bonek terpaksa harus bernegosiasi dengan pihak PT KA. Setelah beberapa kali dialog menemui jalan buntu, akhirnya pihak KA bersedia menyediakan gerbong khusus untuk mengangkut ratusan suporter Bonek tersebut.
Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menaikkan mereka mengakibatkan pemberangkatan KA Sritanjung mengalami penundaan selama sekitar 30 menit. KA yang seharusnya berangkat pukul 06.00 itu baru bisa meninggalkan Stasiun Banyuwangi Baru pada pukul 06.30. (sgt/jpnn)
Sunday, 23 January 2011
Persewangi Promosi ke Divisi Utama (Hasil Konggres PSSI di Bali)
BANDA ACEH - PSGL Gayo Lues yang gagal promosi dalam babak 12 Besar PSSI Divisi I pada Desember 2010, kini bersama delapan klub lainnya bisa promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia musim 2011/2012. Kepastian promosi delapan klub tambahan diputuskan dalam Kongres Tahunan PSSI yang digelar 21-23 Januari di Denpasar, Bali.Sekretaris Umum Pengprov PSSI Aceh, HT Hermansyah kepada Serambi kemarin mengatakan, dalam babak 12 besar Divisi I pada Desember 2010, hanya PSBL Langsa yang lolos bersama lima klub lainnya. Tapi hasil Kongres PSSI di Bali diputuskan tambahan klub lagi dari Divisi I berhak promosi ke Divisi Utama musim 2011/2012 dengan total ada 14 klub. Sednagkan dari divisi lainnya klub dari Aceh yang dapat promosi adalah Persijaya Aceh Jaya naik ke Divisi II.
“Dengan naiknya PSGL Gayo Lues, maka saat ini Aceh memiliki enam klub di Divisi Utama Liga Indonesia. Empat klub lainnya saat ini sedang ikut kompetisi tahun 2010/2011, yaitu Persiraja Banda Aceh, PSAP Sigli, PSSB Bireuen, dan PSLS Lhokseumawe. Semoga saja ada tim Aceh yang bisa promosi ke Liga Super musim depan. Karena Persiraja dan PSAP yang berada dipapan atas klasemen sementara punya harapan untuk naik tingkat,” ujar HT Hermansyah.
Sedangkan Manajer PSGL Gayo Lues, Drs Jamaluddin Ilyas yang ikut dalam Kongres PSSI di Bali mengatakan, adanya penambahan klub di Divisi Utama membawa berkah bagi PSGL. Karena dalam babak 12 besar Divisi I Desember 2010, hanya enam tim yang promosi langsung ke Divisi Utama. Sementara PSGL pada rangking sembilan dan gagal promosi. “Dalam pembahasan pembagian klub setiap divisi pada Kongres Tahunan PSSI di Bali, jumlah anggota yang promosi ditambah termasuk PSGL,” ujar Jamaluddin.
Dikatakan Jamaluddin, ada enam klub yang promosi langsung, yaitu PSBS Biak, Persbul Buol, Perssin Sinjai, PSBL Langsa, Madiun Putra dan Persepam Pamekasan. Sedangkan delapan klub tambahan dari Kongres Tahunan PSSI, yakni PSGL Gayo Lues, Persewangi Banyuwangi, Persitema Temanggung, PSSB Sumbawa Barat, Persip Pekalongan, PSBK Blitar Kota, dan Persepar Palangkaraya.
“Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2011/2012 nanti terdiri dari 44 klub dan di bagi dalam empat wilayah. Sebagai pendatang baru kami harus dapat mempersiapkan diri lebih awal. Karena persaingan klub Divisi Utama jauh lebih berat dan memerlukan biaya lebih besar karena pertandingan berlangsung dengan sistem tandang dan kandang,” ujar Jamaluddin.(hd) (dari : serambinews.com)
Monday, 8 November 2010
Sukses Komplet Kim Ashkenazi
olahraga.rakyatmerdeka.co.id | Kroser asal Australia Kim Ashkenazi (Surya 12 Evalube KTM Ink) membuktikan janjinya untuk bisa menjadi yang terbaik pada seri V Surya 12 Motoriders Powercross Championship 2010 di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Jawa Timur, yang berakhir dini hari kemarin WIB.
Dari empat heat kelas paling bergengsi SE 125cc MX2, Ashkenazi tampil dominan dengan menyapu bersih posisi terdepan. Dengan hasil itu, Kim Ashkenazi tampil menjadi juara umum dengan nilai maksimal 100.
Sukses Ashkanezi itu terjadi di depan belasan ribu penonton termasuk Bupati Banyuwangi yang baru saja dilantik Abdullah Azwar Anas Msi beserta keluarga. Acara itu juga dimeriahkan aksi freestyle dari dua kroser Australia dan satu kroser dari Selandia Baru. Selain itu juga tampil ban ‘Rif sebagai penutup dari kegiatan tersebut.
Seri V di Kota Gandrung itu juga menjadi catatan manis bagi kroser Indonesia Aldi Lazaroni (Gandasari Evalube IRC INK). Meski bersaing dengan sekitar lima pembalap tangguh dari Australia dan Slovenia, Aldi mampu tampil menjadi juara umum kedua dengan torehan nilai 69, setelah ia mampu menempati posisi kelima heat pertama dan kedua pada heat kedua.
Kroser asal Slovenia Mateuz Irt (Husqvarna Racing Team) menjadi juara umum ketiga dengan nilai total 67. Juara keempat ditempati kroser Indonesia Aris Setyo (Macnuz Nugroho MX) dengan nilai juga 67, diikuti Agi Agassi (Emana GM Papua Barat) dengan nilai 65, dan dua kroser Australia Kale Makeham (61) dan Lewis Stewart (56).
Seri di Banyuwangi ini berlangsung sangat menarik. Itu karena kondisi lintasan yang sangat baik. Berbeda dengan seri-seri sebelumnya yang selalu terganggu dengan kondisi lintasan yang buruk akibat diguyur hujan.
Kondisi itu membuat persaingan menjadi sangat menarik. Kendati Kim Ashkenazi mendominasi empat heat kejuaraan, tetapi sukses itu tidak diraih dengan mudah. [RM]
Friday, 5 November 2010
Kim Ashkenazi Kembali Panaskan Arena Powercross
Jakarta, CyberNews. Kroser gaek Australia Kim Ashkenazi kembali memanaskan Surya 12 Motoriders Powercross 7 Championship. Setelah sempat absen di beberapa seri, Kim kembali turun di seri keenam di Sirkuit Diponegoro, Banyuwangi, Sabtu (6/11).Kroser berumur 36 tahun ini sangat sulit ditaklukkan. Dalam seri pertama di Tegal, dia tidak terkejar dalam empat race di kelas paling bergengsi special engine 125 cc MX2. Seminggu kemudian saat berlaga di Sukoharjo, Kim berada di peringkat dua.
Dalam dua seri terakhir di Sirkuit Rejomulyo-Oro Oro Ombo, Madiun dan MX Djagung, Malang, dimenangi kroser nasional. Andre Sondakh berjaya di Madiun sementara Aep Dadang Supriatna tidak terkejar di Malang. Kesamaan dua seri tersebut, lintasan penuh lumpur dan licin setelah di guyur hujan. Selain itu, kelas paling bergengsi yang seharusnya dilaksanakan dalam empat race dengan jeda setiap race lima menit, hanya dilangsungkan dalam sekali race karena sirkuit yang tidak memungkinkan.
"Untuk seri keenam nanti Kim Ashkenazi dipastikan tampil kembali. Kim sangat lihai mengatasi licinnya sirkuit yang becek. Hal ini membuat peluang kroser nasional untuk kembali merebut juara cukup berat," tutur Direktur Lightning Producktion Alfonso Judiarto yang juga penggagas lomba.
Hingga seri kelima, klasemen teratas ditempati kroser Australia, Kale Makehem dengan nilai 90 disusul Dean Porter (89), Agi Agasi (78), Aldi Lazaroni (70) dan Andre Sondakh yang mengumpulkan 68 poin. Usai berlaga di Banyuwangi, para kroser akan bertarung di seri pamungkas yang akan digelar di Denpasar, Bali, Sabtu (13/11).
(Wahyu Wijayanto/CN14)
Thursday, 4 November 2010
Persewangi Juara Grup D
www.sasak.net | Banyuwangi - Kesebelasan tuan rumah Persewangi Banyuwangi akhirnya berhasil menjuarai grup D Kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2010 setelah membungkam Persewon Wondama, Papua Barat, dengan skor telak 3-0 di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Kamis.Dengan kemenangan telak itu, Persewangi tidak hanya keluar sebagai juara grup D dengan mengkoleksi tujuh poin dari dua kali menang dan satu kali seri. Tetapi Persewangi juga memastikan lolos ke babak 12 besar sekaligus berpeluang kembali menjadi tuan rumah dalam lanjutan Kompetisi Divisi I Liga Indonesia.
Keunggulan Persewangi diawali dari tendangan pemain gelandangnya, Edi Susanto, ketika pertandingan baru berjalan delapan menit. Kemudian dari tandukan pemain yang sama menit 31 Persewangi unggul 2-0 dari Persewon. Kemenangan Persewangi dilengkapi Trubus Gunawan pada menit 42 sehingga unggul 3-0.
Memasuki babak kedua permainan kedua kesebelasan sebenarnya saling menyerang sehingga ribuan penonton yang memadati stadion Diponegoro merasa terhibur terlebih kesebelasan kesayangannya sudah unggul jauh.
Namun dari beberapa peluang yang diperoleh kedua kesebelasan tidak satu pun yang berhasil membuahkan gol sehingga hingga wasit yang memimpin pertandingan meniup pluit tanda berakhirnya babak kedua skor tidak juga berubah.
Menanggapi kemenangan anak didiknya, pelatih Persewangi, Joko Malis, mengaku sangat puas karena sudah sesuai yang ditargetkan, yakni lolos sekaligus menjadi juara grup.
"Kendati di sana-sini masih harus ada pembenahan, namun pertandingan sore hari ini sangat memuaskan kami. Hampir seluruh instruksi mampu dijalankan anak-anak," katanya.
Dengan kembali menjuarai grup D, pihaknya berpeluang kembali untuk menjadi tuan rumah dalam lanjutan 12 besar Kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2010 mendatang.
"Doakan kami bisa dipercaya kembali untuk menjadi tuan rumah. Kami menyadari tanpa dukungan seluruh masyarakat Banyuwangi kami tidak bisa berbuat banyak," katanya.
Sementara itu dengan kekalahan melawan persewangi Banyuwangi semakin melengkapi prestasi buruk Persewon Wondama yang tidak mendapat poin satupun dari tiga kali bertanding di grup D. Pertama Persewon Wondama, Papua Barat dikalahkan Persid Jember dengan skor 1-3. Kemudian dikalahkan Persepam Pamekasan dengan skor 0-1. Dan dikalahkan tuan rumah Persewangi Banyuwangi dengan skor 0-3.
Sedang Persepam Pamekasan juga lolos mendampingi Persewangi Banyuwangi setelah dalam pertandingan sebelumnya berhasil menahan imbang Persid Jember 0-0 sehingga mengkoleksi lima poin dari satu kali menang dan dua kali seri.*
Hasil Klasemen Grup D
01. Persewangi Banyuwangi 3 2 1 0 7-0 7
02. Persepam Pamekasan 3 1 2 0 1-0 5
03. Persid Jember 3 1 1 1 3-1 4
04. Persewon Wondama 3 0 0 3 0-8 0
Thursday, 28 October 2010
Persewangi Taklukkan Persid 4-0
BANYUWANGI | SURYA Online - Tuan rumah Persewangi Banyuwangi mencukur Persid Jember, Jawa Timur, dengan skor telak 4-0 dalam lanjutan Kompetisi Divisi I Liga Indonesia XVI tahun 2010 grup D di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Kamis (28/10/2010).Dengan kemenangan telak itu, Persewangi berhasil mengoleksi poin penuh dan memimpin klasemen sementara grup D dengan poin tiga. Sedang Persid Jember menempati urutan paling buncit di grup tersebut.
Kemenangan Persewangi dibuka pada menit 19 ketika tendangan striker tuan rumah, Trubus Gunawan, tidak mampu dibendung penjaga gawang Persid, Asmudi. Unggul satu gol membuat para pemain tuan rumah semakin bersemangat. Serangan demi serangan terus dilancarkan anak asuh Djoko Malis ke pertahanan lawan.
Kerja keras pemain Persewangi akhirnya membuahkan hasil ketika Raul Setyawan mampu menyarangkan gol ke gawang Persid melalui titik penalti menit 29, setelah pemain belakang Persid melakukan takling keras terhadap Trubus Gunawan.
Persid yang ketinggalan dua gol, sebenarnya telah berusaha untuk mendekati barisan belakang lawan. Namun, dari beberapa kali serangan ternyata tidak satupun pemain Persid yang mampu menciptakan peluang. Bahkan, di menit 47, Trubus kembali berhasil menyarangkan gol ke gawang Persid sehingga semakin menambah keunggulan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, Persewangi mencoba menerapkan striker ganda dengan memasukkan pemain barunya, Ikrom. Sedang Persid melakukan pergantian penjaga gawangnya yang sudah kebobolan tiga gol dengan memasukkan penjaga gawang cadangan, Hendro Wahyudi.
Masuknya ikrom semakin menambah tajam serangan Persewangi. Namun beberapa peluang yang semestinya membuahkan gol ternyata belum juga mampu dimanfaatkan secara maksimal.
Kerjasama dua striker Persewangi baru membuahkan hasil pada menit 86 ketika Ikrom berhasil memanfaatkan bola liar hasil tendangan Trubus Gunawan yang berhasil diblok penjaga gawang Persid, sehingga skor menjadi 4-0.
Keributan
Sempat terjadi keributan kecil ketika pemain Persewangi memukul pemain Persid. Namun keributan segera bisa diredam sehingga perkelahian antarkedua tim bisa dicegah.
Kendati pertandingan berjalan cukup fair, namun wasit yang memimpin pertandingan tersebut, Dadan Suhanda, sempat mengeluarkan empat kartu kuning masing-masing dua kartu untuk Persewangi dan sisanya untuk Persid.
Lanjutan Kompetisi Divisi I Liga Indonesia XVI tahun 2010 grup D, Jumat (29/10), akan mempertemukan kesebelasan Persepam Pamekasan, Jawa Timur dengan Persewon Wondama, Papua Barat.
Klasemen Sementara Grup D
01. Persewangi Banyuwangi 1 1 0 0 4-0 3
02. Persepam Pamekasan - - - - - -
03. Persewon Wondama - - - - - -
04. Persid Jember 1 0 01 0-4 0
Saturday, 20 March 2010
Persiapan Chris John Hadapi Lawan selanjutnya
Awal April Pindah Latihan ke Banyuwangi
Semarang, CyberNews. Juara dunia kelas bulu WBA Chris John belum mengetahui persis lawan yang akan dihadapi dalam pertarungan pilihan di pelataran parkir Hotel Kartika Plaza, Kuta, Bali, Mei mendatang.
Manajernya, Craig Christian, masih belum memberitahukan calon lawannya itu. Namun, siapapun yang akan dihadapi di pertarungan tersebut, petinju berjuluk The Dragon itu tidak mempermasalahkannya. "Jika persiapannya bagus dan matang, siapapun yang akan jadi lawan tanding nanti, saya tidak masalah. Hingga saat ini Craig belum memastikan calon lawan saya," ungkap Chris John.
Saat ini suami Anna Maria Megawati ini terus melakukan persiapan untuk menghadapi pertarungan tersebut. Fokus latihan yang dilakukan di Herry's Gym Perth Australia saat ini lebih pada peningkatan fisik. Selain itu, Chris juga sudah mulai melakukan latih tanding dengan dua petinju asal Sasana Mirah Boxing Camp Banyuwangi Jawa Timur, Sahlan dan Thomas.
Kedua petinju tersebut juga akan bertarung di partai tambahan. Sahlan berhadapan dengan juara Indonesia, sedangkan Thomas menghadapi petinju Thailand. "Porsi latihan fisik lebih besar dibanding teknik. Ya cuma sparring ringan dengan Sahlan dan Thomas. Setelah pindah latihan di Banyuwangi, latihan akan lebih banyak ke teknik, taktik, dan strategi menghadapi lawan," terang ayah Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani ini.
Lebih lanjut petinju asal Banjarnegara itu menyatakan latihan di Sasana Herry's Gym hanya sampai akhir Maret. Setelah itu, pada awal April latihan akan pindah ke Sasana Mirah Boxing Camp Banyuwangi. Kepindahan tersebut untuk beradaptasi dengan kondisi, situasi, dan cuaca di tempat bertanding nanti. "Awal April nanti latihan akan pindah ke Banyuwangi. Craig sudah menyiapkan program latihan untuk mematangkan teknik dan pukulan," katanya.
Disinggung soal berat badan, mantan atlet wushu Jateng itu menyatakan sudah bisa dikontrol. Gemblengan fisik selama di Perth membuat berat badannya turun mendekati ideal. Berat badan Chris yang terus turun mendekati ideal itu juga diakui istrinya, Anna Maria Megawati. "Kondisi Chris semakin prima. Berat badannya pun sudah turun. Dia semakin siap menghadapi pertarungan nanti," tandas Mega.
(Budi Winarto/CN13)Tuesday, 9 March 2010
Luka Lama Kiper Kawakan SFC
PALEMBANG - Enam jahitan di pelipis Hendro Kartiko. Untungnya, cepat dikaritasi tindak penanganan operasi medis. Sempat pula sesaat dia hilang kesadaran. Itulah dua kenangan “manis” yang diingat Hendro, penjaga gawang Sriwijaya FC (SFC). Memori yang masih tersimpan, mendekati duel kontra Persema Malang di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, penghujung pekan ini, Sabtu (13/3/2010). “Ada perasaan trauma, pasti, tapi itu sudah berusaha saya lupakan,” diakui Hendro kepada okezone, Rabu (10/3/2010). Sekadar mengingatkan, 20 Desember tahun silam, SFC bertandang melawan Persema di Stadion Gajayana, Malang. Satu kesempatan Hendro menyelamatkan gawangnya diancam bola sundulan striker Brima Pepito Sanusie. Kiper asal Banyuwangi itu sigap berjumpalitan meloncat ke arah kanan gawang. Tapi sial, kepalanya terbentur tiang, lalu mengucurkan darah. Hendro pingsan, diangkut di atas usungan yang dilarikan paramedis ke rumah sakit terdekat. Di rumah sakit, pelipisnya dijahit sebelum mantan pilar PSSI itu menyadari apa yang telah terjadi. “Alhamdulillah, saya mendapat dukungan terutama dari keluarga,” katanya menanggapi proses kesembuhan dari trauma. Jelang partai panas SFC versus Persema, peluang revans atas kekalahan 0-1 di putaran pertama Liga Super Indonesia, mungkin dapat disabet tuan rumah. Hendro, sang kiper kawakan kelahiran 24 April 1973, tak mempersoalkan siapa yang diturunkan di bawah mistar gawang. Otoritas pelatih untuk memasang pemain yang dikehendaki tak bisa diganggu-gugat. Simaklah komentar pelatih SFC Rahmad Darmawan: “Saya tetap konsisten memberlakukan rotasi. Terakhir, lawan Bontang FC, Hendro yang dimainkan. Nanti, menghadapi Persema, giliran Ferry (Rotinsulu). Tak ada yang perlu dikhawatirkan, sebab kualitas mereka setara.”
Saturday, 6 March 2010
Banyuwangi Kalah Suara untuk Tuan Rumah Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Timur 2011
| Istora untuk Porprov Sabtu, 6 Maret 2010 | 12:13 WIB | ||||
KEDIRI - Menjadi kandidat kuat sebagai tuan rumah Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2011, Kota Kediri berencana menyiapkan Istora Jayabaya di Kelurahan Banjar Mlati, Kecamatan Mojoroto, sebagai salah satu tempat kegiatan pesta olahraga se-Jatim itu. Gedung megah yang sebelumnya disebut sebagai Gelanggang Olahraga (GOR) itu akan diajukan kepada Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur untuk diperiksa kelayakannya. Gedung yang baru selesai dibangun secara multiyears itu menelan dana sebesar Rp 49,4 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri Menurut Humas KONI Kota Kediri, Yoga Pamungkas, saat ini pengurus KONI Kota Kediri akan merapatkan persiapan. “Sejumlah tempat akan kami sodorkan ke KONI Jatim untuk diperiksa kelayakannya. Selain Istora Jayabaya, juga Lapangan Basket Halim, Stadion Bhrawijaya dan GOR Surya,” ujarnya, Jumat (5/3) Selain menyiapkan tempat, imbuh Yoga, KONI Kota Kediri juga menyiapkan atletit dan pemainn yang akan ikut berlaga dalam Porprov . “Kami juga menyiapkan sejumlah pemain berprestasi, seperti dari tenis meja, catur, bola voli, basket, dan renang. “Alhamdulillah, pada Porprov Jatim II di Malang kemarin, tenis meja memperoleh empat medali emas,” ungkapnya. Yoga berharap, bila Kota Kediri ditunjuk sebagai tuan rumah Porprov, tentunya akan menjadikan semangat para atlet. Sayangnya, dalam Porprov III pada 2011 nanti, lomba drum band tidak ada. Sebelumnya drum band Kota Kediri menorehkan prestasi sebagai juara ketiga. Demi suksesnya acara dua tahunan itu, Pemkot Kediri akan bekerja sama Pemerintah Daerah (Pemda) se- eks Karesidenan Kediri seperti, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek dan Blitar. Porprov III ini adalah persiapan atlet yang akan berlaga dalam PON pada 2012. Dalam rapat kerja (raker) KONI Jatim, Kamis (4/3), Kota Kediri mendapat suara terbanyak mengalahkan Kabupaten Banyuwangi yang secara bersamaan juga mengajukan diri sebagai tuan rumah Porprov III 2011. Meski demikian, pengesahannya baru dulakukan saat Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) pada April 2010. ark | ||||
Tuesday, 19 January 2010
Persewangi Runner-up Divisi II Liga Indonesia
JAKARTA, Kompas.com - Kesebelasan Persikasi Kabupaten Bekasi menjuarai kompetisi PSSI Divisi II Liga Indonesia 2009-2010 setelah mengalahkan tim Persiwangi Banyuwangi 3-0 (2-0) pada pertandingan final di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (19/1/10). Tiga gol kemenangan anak-anak Bekasi pada pertandingan penutup kompetisi Divisi II Liga Indonesia PSSI 2009-2010 ini diciptakan Gofar pada menit ke-9 dan 55, serta sebuah lagi oleh Kurniawan.
Mendominasi pertandingan, anak-anak Bekasi memiliki lebih banyak peluang walau gagal menambah perbendaharaan golnya. Persiwangi, yang sebelumnya mengalakan Persikasi 2-1 pada pertandingan penyisihan grup putaran kedua, tampil kurang percaya diri dan seakan demam panggung.
Pada pertandingan penentuan peringkat tiga yang digelar sebelumnya, PS Bangka mengungguli PSGL Gayoh Luwes dari Aceh 7-6 melalui adu penalti. Drama menegangkan ini menjadi penentu setelah pada pertandingan normal kedudukan imbang 1-1. Dengan demikian, kesebelasan PS Bangka menempati posisi tiga.
PS Bangka memimpin perburuan gol sejak menit ketiga melalui tendangan Fahrul Rozi. Namun, Gayoh Luwes menyamakan keduduikan pada menit ke-68 melalui pemain pengganti Didi Ahyadi. Kedua tim gagal membuahkan gol pada sisa pertandingan babak kedua sehingga kemenangan ditentukan lewat eksekusi penalti.
Dalam drama adu penalti ini, PS Bangka menjaringkan enam buah gol melalui Rendra, Rudi Saputra, Sanito, Hasian T Saputra, Fahrul Rozi dan Hendri Royaswan. Dari kubui Gayoh Luwes, lima eksekutor berhasil menjalankan tugasnya, yakni Irwan Mydin, Saripudin Adri, Imam Siswandi, Tri Dinda Febrian, dan Tata Setiadi. Pada sudden-death drama adu penalti ini justru kapten tim Aad Subarja yang gagal menjaringkan gol untuk Gayoh Luwes, ketika tendangannya membentur tiang kanan gawang PS Bangka.
Dua pertandingan akhir kompetisi Divisi II Liga Indonesia musim 2009-2010 ini disaksikan beberapa anggota Komite Eksekutive (Exco) PSSI, yakni Subardi, Mafirion, Ferry Paulus, serta Ketua Pengprov PSSI Jatim Haruna Soemitro. Ketiga anggota Exco PSSI ini bergantian memberikan piala dan medali kepada empat tim yang berlaga di pertandingan final dan penentuan peringkat tiga tersebut.
Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) yang mengelola kompetisi Divisi I, Divisi II, Divisi II dan kompetisi liga remaja, termasuik Piala Medco. Setelah menyelesaikan kompetisi Divisi II, BLAI masih merampungkan pergelaran kompetisi Divisi I dan Divisi III.
"Kompetisi Divisi I sudah memasuki babak delapan besar, sementara Divisi III masih di babak 16 besar. Kami berusaha menyelesaikan dua kompetisi ini paling lambat awal Februari mendatang," jelas Ketua BLAI Iwan Budianto, usai final.
Pergelaran kompetisi Divisi I, II, II dan liga-liga remaja sejak tahun 2009 ini secara umum berlangsung lancar dan lebih baik dari sebelumnya. BLAI yang dimotori oleh Iwan Budianto, serta Direktur Bisnis Patrick Octavianus dan Sekretaris Syauqi Suratno, juga berhasil menjaring beberapa sponsor untuk mendukung pergelaran kompetisi menjadi lebih menantang, antaranya produsen bola Pespex dan kostum League dari Berca Sportindo.
Mendominasi pertandingan, anak-anak Bekasi memiliki lebih banyak peluang walau gagal menambah perbendaharaan golnya. Persiwangi, yang sebelumnya mengalakan Persikasi 2-1 pada pertandingan penyisihan grup putaran kedua, tampil kurang percaya diri dan seakan demam panggung.
Pada pertandingan penentuan peringkat tiga yang digelar sebelumnya, PS Bangka mengungguli PSGL Gayoh Luwes dari Aceh 7-6 melalui adu penalti. Drama menegangkan ini menjadi penentu setelah pada pertandingan normal kedudukan imbang 1-1. Dengan demikian, kesebelasan PS Bangka menempati posisi tiga.
PS Bangka memimpin perburuan gol sejak menit ketiga melalui tendangan Fahrul Rozi. Namun, Gayoh Luwes menyamakan keduduikan pada menit ke-68 melalui pemain pengganti Didi Ahyadi. Kedua tim gagal membuahkan gol pada sisa pertandingan babak kedua sehingga kemenangan ditentukan lewat eksekusi penalti.
Dalam drama adu penalti ini, PS Bangka menjaringkan enam buah gol melalui Rendra, Rudi Saputra, Sanito, Hasian T Saputra, Fahrul Rozi dan Hendri Royaswan. Dari kubui Gayoh Luwes, lima eksekutor berhasil menjalankan tugasnya, yakni Irwan Mydin, Saripudin Adri, Imam Siswandi, Tri Dinda Febrian, dan Tata Setiadi. Pada sudden-death drama adu penalti ini justru kapten tim Aad Subarja yang gagal menjaringkan gol untuk Gayoh Luwes, ketika tendangannya membentur tiang kanan gawang PS Bangka.
Dua pertandingan akhir kompetisi Divisi II Liga Indonesia musim 2009-2010 ini disaksikan beberapa anggota Komite Eksekutive (Exco) PSSI, yakni Subardi, Mafirion, Ferry Paulus, serta Ketua Pengprov PSSI Jatim Haruna Soemitro. Ketiga anggota Exco PSSI ini bergantian memberikan piala dan medali kepada empat tim yang berlaga di pertandingan final dan penentuan peringkat tiga tersebut.
Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) yang mengelola kompetisi Divisi I, Divisi II, Divisi II dan kompetisi liga remaja, termasuik Piala Medco. Setelah menyelesaikan kompetisi Divisi II, BLAI masih merampungkan pergelaran kompetisi Divisi I dan Divisi III.
"Kompetisi Divisi I sudah memasuki babak delapan besar, sementara Divisi III masih di babak 16 besar. Kami berusaha menyelesaikan dua kompetisi ini paling lambat awal Februari mendatang," jelas Ketua BLAI Iwan Budianto, usai final.
Pergelaran kompetisi Divisi I, II, II dan liga-liga remaja sejak tahun 2009 ini secara umum berlangsung lancar dan lebih baik dari sebelumnya. BLAI yang dimotori oleh Iwan Budianto, serta Direktur Bisnis Patrick Octavianus dan Sekretaris Syauqi Suratno, juga berhasil menjaring beberapa sponsor untuk mendukung pergelaran kompetisi menjadi lebih menantang, antaranya produsen bola Pespex dan kostum League dari Berca Sportindo.
Monday, 18 January 2010
Persewangi Tantang Persikasi di Final Divisi II Liga Indonesia
JAKARTA, Kompas.com - Pertandingan puncak kompetisi PSSI Divisi II Liga Indonesia akan diselenggarakan Selasa (19/1/10) ini di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta. Perebutan gelar juara akan dihelat antara kesebelasan Persiwangi Banyuwangi dengan Persikasi Bekasi, mulai pukul 16.00 WIB, didahului duel penentuan peringkat tiga antara PS Bangka dengan tim Gayoh Luwes dari Aceh, yang dilangsungkan mulai 14.00.
Persiwangi dan Persikasi bertemu di partai puncak kompetisi Divisi II Liga Indonesia ini setelah memenangi putaran semifinal yang dilangsungkan di Banyuwangi dan Bekasi, pekan lalu.
Dari kompetisi Divisi II Liga Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Liga Amatir Sepakbola Indonesia (BLAI) PSSI ini, sudah 12 tim yang dipastikan lolos ke kompetisi Divisi I PSSI pada musim kompetisi 2010/2011 mendatang. Ke-12 tim yang memperoleh promosi tersebut, adalah Persiwangi Banyuwangi, Persikasi Bekasi, PS Bangka, PSGL Gayoh Luwes, Persipas Pasir Kalimantan Timur, KSB Sumbawa Barat, PS Siak, Persas Sabang, Madiun Putra, Persitema Temanggung, Persibul Buol, dan Persias Asmat.
Untuk kompetisi Divisi III, saat ini baru memasuki pertarungan babak III sehingga tim-tim yang lolos ke putaran final baru akan diketahui akhir bulan ini. Dari kompetisi Divisi III ini, akan promosi sebanyak 16 tim ke Divisi II mendatang. Dari 16 tim promosi tersebut, baru 12 tim yang sudah dipastikan lolos, sisa empat tim lainnya baru akan diketahui dari hasil pertandingan babak III zona Sumatera dan Kalimantan .
Ke-12 tim yang sudah promosi ke Divisi II adalah, PS Kerinci (wakil dari zona Sumatera 3), Surabaya Muda (wakil dari Jawa 1), Perseba Bangkalan (wakil dari Jawa 3), Persisko (wakil dari Sumatera 4), PSID Jombang (wakil dari Jawa 2), Persinga Nganjuk (wakil dari Jawa 4), PS Mataram (wakil dari zone Bali/NTB/NTT 1), Persikobi (wakil dari Bali/NTB/NTT 2), Sande Polman (wakil dari Sulawesi 1), PSTK Selayar (Sulawesi 2), Persewar (Maluku/Maluku Utara/Papua/ Papus Barat), dan Persifa (Maluku/Maluku Utara/Papua/ Papua Barat).
Sementara itu, dari kompetisi Divisi I, sudah memperoleh promosi sebanyak delapan tim untuk berlaga pada kompetisi Divisi Utama 2010-2011 mendatang. Ke-8 tim promosi dari Divisi I ini adalah, PS Bengkulu, PSLS Lhokseumawe, Barito Putra Banjarmasin, Persemalra Tual, Perserui Serui, Persikubar Kutai Barat, Persekam Metro Malang dan PSCS Cilacap.
Rangkaian pertandingan kompetisi Divisi III, Divisi II dan Divisi I yang dikelola oleh BLAI PSSI ini secara umum berlangsung lancar dan penyelenggaraannya sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Tidak mengherankan jika peserta Kongres PSSI di Bandung pada 15-16 Januari lalu memuji kinerja BLAI. Apalagi, BLAI juga berhasil menggandeng sejumlah mitra sponsor sebagai produk kompetisi, antara lain bola Pespex, kostum League, dan beberapa sponsor lain yang masih dalam tahap negosiasi akhir.
Kendati demikian, untuk musim kompetisi 2010-2011 mendatang, BLAI menghadapi tantangan yang besar. Utamanya, bakal adanya sejumlah pemilihan kepala daerah (pilkada) di Tanah Air, yang sepanjang tahun 2010 ini mencapai 264. Tidak mengherankan jika BLAI harus memutar otak dalam menyusun jadwal kompetisi. Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah, dengan meniadakan sistem home and away dan memperbanyak home-tournament.
Friday, 15 January 2010
Mabes TNI Jumpa Bank Jatim di Final Livoli Divisi Utama
Banyuwangi – Tim voli putri Mabes TNI Jakarta akan berhadapan dengan Surabaya Bank Jatim dalam laga final Sampoerna Hijau Voli Livoli Divisi Utama pada Minggu, (17/1) lusa.
Mabes TNI melangkah ke babak final setelah berhasil mengalahkan Popsivo Polwan Jakarta dengan skor 3-1 (25-18, 25-16, 18-25, 25-19) pada laga semi final yang berlangsung sore hari di GOR Tawang Alun, Banyuwangi.
Sedangkan pada partai semifinal yang digelar Jumat (15/1) malam, Surabaya Bank Jatim menang 3-1 (25-22, 25-21, 26-28, 29-27) atas PLN Jakarta.
Menghadapi pertandingan final, kapten tim Mabes TNI Jakarta Susanti Martalia memprediksi pertandingan melawan juara bertahan Surabaya Bank Jatim merupakan partai yang akan menarik.
“Saya lebih senang jumpa dengan Bank Jatim, karena pemainnya banyak yang senior seperti kami dan pastinya lebih menarik,” ucap Susanti.
Baik Mabes TNI Jakarta ataupun Surabaya Bank Jatim sama-sama mengakui jika keunggulan pengalaman menjadi faktor yang berperan besar dalam meloloskan mereka ke babak final.
“Kami ikuti terus permainan mereka dan kemudian balik menekan. Terus terang, pertandingan ini menguras tenaga, tapi syukurlah kami punya pengalaman lebih baik untuk mengatasi lawan," kata Susanti seperti dikutip Antara.
"Materi pemain mereka hampir tidak berubah dengan saat Proliga, sementara tim kami banyak dihuni pemain senior. Hanya pengalaman dan mental yang membuat kami bisa menang," ucap Rianita Panirwan, kapten Surabaya Bank Jatim.[*/nov] inilah.com
Tuesday, 12 January 2010
Petrogres Kalah Telak 0-3 Dari PLN Jakarta
Banyuwangi (ANTARA News) - Tim bola voli putri Petrokimia Gresik (Petrogres) kalah telak 0-3 (23-25, 23-25, 22-25) dari PLN Jakarta, pada babak penyisihan Grup Y Sampoerna Hijau Livoli Divisi Utama 2009 di GOR Tawang Alun Banyuwangi, Jatim, Selasa.
Kekalahan ini merupakan yang kedua dialami Novia Andriyanti dan kawan-kawan dari tiga laga yang sudah dimainkan. Sehari sebelumnya, Petrogres takluk dari Tectona Perhutani Bandung dengan skor tipis 2-3.
"Tim kami banyak dihuni pemain muda, dan mereka selalu kesulitan mengembangkan permainan jika mendapat tekanan dari lawan," kata pelatih Petrogres, Machfud Irsyada usai pertandingan.
Mantan asisten pelatih timnas putri di SEA Games 2009 ini, mengakui masih banyak kesalahan dan kelemahan yang harus dibenahi menghadapi putaran kedua nanti.
"Kesempatan kami untuk lolos semifinal belum tertutup, tapi anak-anak juga harus kerja keras memperbaiki penampilannya," ucapnya menambahkan.
Dengan sistem pertandingan yang diterapkan pada Livoli musim ini, semua tim memiliki kesempatan sama untuk lolos empat besar. Bahkan juara, termasuk tim yang hanya berada di posisi juru kunci di masing-masing grup.
Sementara itu, kemenangan atas Petrogres membawa PLN Jakarta berpeluang besar menjuarai Grup Y, karena sebelumnya juga menang telak 3-0 atas Tectona Perhutani.
PLN Jakarta tinggal menyisakan satu pertandingan melawan TNI AU Jakarta pada Rabu (13/1). Jika kembali meraih kemenangan, posisi Marsheilla Berliana dan kawan-kawan di puncak klasemen Grup Y tidak tergoyahkan.
Pada grup ini, PLN menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan, sementara tiga tim lainnya sudah pernah kalah. Petrokimia dan Tectona masing-masing kalah dua kali dari tiga penampilannya, sedangkan TNI AU sekali kalah dan sekali menang.
"Kami tetap akan tampil maksimal meskipun sudah dipastikan menjadi juara grup. Kami tetap tidak boleh lengah di putaran berikutnya," kata pelatih PLN Jakarta, Edi Setiadi.
Kendati meraih kemenangan telak atas Petrogres, Edi Setiadi mengakui anak asuhnya sempat mengalami kesulitan menekan, terutama di akhir set.
"Kami harus terus menekan dan tidak ingin memberi kesempatan pemain-pemain Petrogres berkembang. Pemain muda seperti di Petrokimia tidak boleh diberi kesempatan untuk naik, karena bisa melejit," paparnya.
Pada pertandingan kelompok putri lainnya, juara bertahan Surabaya Bank Jatim tampil perkasa untuk merebut kemenangan keduanya, saat membekuk pendatang baru Bank Sumsel 3-0 (25-15, 25-19, 25-17).
Hasil ini juga hampir memastikan Rianita Panirwan dan kawan-kawan untuk menduduki posisi puncak Grup X dan tinggal menyisakan satu laga menghadapi Mabes TNI Jakarta, Rabu (13/1).
Sementara Mabes TNI Jakarta menggulung Popsivo Polwan Jakarta juga dengan skor 3-0 (25-20, 25-17, 25-21) dan Tectona Perhutani Bandung menyerah dari TNI AU Jakarta 1-3 (25-21, 16-25, 22-25, 13-25).
Hingga berita ini diturunkan, masih berlangsung pertandingan di kelompok putra yang mempertemukan Mars Kota Probolinggo melawan Bank Sumsel, dilanjutkan laga Sananta Jakarta menghadapi PLN Jakarta.
Monday, 11 January 2010
Chris John Akan Berlatih di Banyuwangi Lagi
Juara dunia kelas bulu WBA, Chris John, siap menghadapi petinju Amerika Serikat dalam rangka mempertahankan gelarnya ke-13 yang dijadwalkan berlangsung di Bali, awal April 2010.
"Siapapun calon lawan yang dipilih pelatih saya, Craig Christian, baik itu petinju yang masuk peringkat 15 besar WBA atau tidak, saya siap menghadapinya," kata Chris John ketika dihubungi di Semarang, Senin (11/1).
Petinju yang memiliki rekor bertanding 43 kali menang (22 di antaranya dengan KO) tersebut belum memberitahukan atau menyebut nama petinju yang akan dihadapi pada pertarungan mendatang.
"Yang jelas petinju tersebut berasal dari Amerika Serikat. Soal nama, nanti pada saatnya akan saya beritahu, sabar saja," kata petinju yang mendapat gelar Super Champions karena mampu mempertahankan gelarnya sebanyak 10 kali tanpa putus tersebut.
Suami mantan atlet wushu Jateng, Anna Maria Megawati tersebut, akhir Januari 2010 ini rencananya akan berlatih di Sasana Herry 's Gym Perth, Australia, selama sebulan kemudian dilanjutkan ke Banyuwangi, Jatim, di Sasana Mirah Boxing Camp milik Zaenal Thayeb yang sekaligus promotor pertarungan Chris John mendatang.
Sebelumnya, Promotor Chris John, zaenal Thayeb, mengatakan, lawan yang akan dihadapi petinju dengan julukan The Dragon ini akan ditentukan dua hingga tiga minggu mendatang.
"Saat ini penata tanding Chris John sedang melakukan negosiasi dengan calon lawannya. Yang jelas berasal dari Amerika Serikat," katanya menegaskan.
Menurut dia, mengingat pertarungan mendatang sifatnya bukan "mandatory" atau wajib maka Chris John bisa memilih calon lawannya.
Ayah dua orang putri tersebut (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) sudah 12 kali mempertahankan gelarnya sejak merebut sabuk juara dunia kelas bulu dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, 2003.
Dari 12 kali upaya mempertahankan gelarnya tersebut, lima di antaranya melalui tarung wajib atau "mandatory fight", yaitu melawan Juan Manuel Marquez (Meksiko), Derrick Gainner (Amerika Serikat), Jose Cheo Rojas (Venezuela), Roinet Caballero (Panama), dan Hiroyuki Enoki (Jepang).
Kemudian tujuh kali melalui pertarungan pilihan atau "choice", yaitu melawan Renant Acosta (Panama), Jose Cheo Rojas (Venezuela), Osamu Sato dan Zaiki Takemoto (Jepang), Tommy Brouwn (Australia), dan dua kali lawan Rocky Juarez (Amerika Serikat).
Saturday, 9 January 2010
Samator siapkan pemain junior
koranisun.com | Tim bola voli putra Surabaya Samator tidak memasang target tinggi di kompetisi Livoli di GOR Tawang Alun Kabupaten Banyuwangi, Jatim pada 10-17 Januari 2010, setelah hanya memainkan pemain-pemain lapis keduanya.
Asisten Manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, Jumat (8/1), mengatakan timnya sengaja mengistirahatkan pemain-pemain senior untuk memberi kesempatan pemain junior menimba pengalaman.
’’Ini salah satu bentuk proses regenerasi pemain yang kami lakukan dan saatnya pemain-pemain junior unjuk gigi,’’ katanya.
Namun, ia mengaku tetap menyertakan beberapa pemain senior sebagai pendamping adik-adiknya. ’’Tim inti tetap didominasi pemain junior, yang senior hanya pelapis tapi tidak tidak semua kami bawa,’’ ujarnya.
Pada perhelatan Livoli 2009 yang jadwal pelaksanaannya mundur pada 2010 ini, Samator juga mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Ibarsyah yang selama ini menjadi asisten pelatih asal China, Li Qiujiang.
’’Ibarsyah juga menangani Samator saat berlaga di Divisi Satu musim lalu dan sukses membawa tim promosi ke Divisi Utama musim 2009 dengan pemain-pemain junior. Sementara Mr. Li Qiujiang bertindak sebagai manajer tim,’’ tambah Hadi Sampurno.
Dengan kekuatan lapis kedua, Samator yang memegang gelar juara tiga kali Proliga ini tidak berani sesumbar merebut juara Livoli. ’’Target kami tidak muluk-muluk, karena persaingan juga sangat berat. Setidaknya ada empat tim yang harus diwaspadai, yakni Sananta Jakarta, Bank Sumsel, Yuso, dan juara bertahan Indomaret,’’ tambah Hadi.
Petrogres siap
Sementara itu, tim putri Petrokimia Gresik sudah berangkat lebih awal ke Banyuwangi sejak Kamis (7/1), untuk mengantisipasi kelelahan fisik akibat perjalanan panjang dari Gresik menuju Banyuwangi yang memakan waktu lebih dari tujuh jam.disi bagus dan siap tempur. ’’Hari ini kami hanya berlatih ringan untuk pemulihan kondisi dan anak-anak terlihat sangat rileks,’’ kata mantan asisten pelatih Timnas SEA Games 2009 itu.
Sementara itu, tim putri Petrokimia Gresik sudah berangkat lebih awal ke Banyuwangi sejak Kamis (7/1), untuk mengantisipasi kelelahan fisik akibat perjalanan panjang dari Gresik menuju Banyuwangi yang memakan waktu lebih dari tujuh jam.disi bagus dan siap tempur. ’’Hari ini kami hanya berlatih ringan untuk pemulihan kondisi dan anak-anak terlihat sangat rileks,’’ kata mantan asisten pelatih Timnas SEA Games 2009 itu.
Machfud yang kembali menangani Petrogres setelah sukses mengantarkan tim tersebut juara Livoli Divisi Satu musim 2008, mengaku tidak membebani target tinggi kepada anak asuhnya yang mayoritas pemain muda.
’’Kebetulan beberapa pemain Petrogres ada yang asalnya dari Banyuwangi, mudah-mudahan ada motivasi tersendiri bagi mereka untuk meraih hasil terbaik,’’ tambahnya. Machfud Irsyada juga tidak terlalu peduli dengan kekuatan calon-calon lawannya dan menganggap semua tim punya kekuatan sama. Ant-jie
Friday, 8 January 2010
Samator tak Pasang Target Tinggi di Livoli
Tim bola voli putra Surabaya Samator tidak memasang target tinggi di kompetisi Livoli 2009 di GOR Tawang Alun Kabupaten Banyuwangi, Jatim pada 10-17 Januari 2010. Pasalnya, kali ini mereka hanya memainkan pemain-pemain lapis keduanya.
Asisten Manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, mengatakan timnya sengaja mengistirahatkan pemain-pemain senior untuk memberi kesempatan pemain junior menimba pengalaman.
"Ini salah satu bentuk proses regenerasi pemain yang kami lakukan dan saatnya pemain-pemain junior unjuk gigi," katanya, Jumat (8/1/10).
Namun, ia mengaku tetap menyertakan beberapa pemain senior sebagai pendamping adik-adiknya. Hanya saja, tim inti memang tetap didominasi pemain junior.
Pada perhelatan Livoli 2009 yang jadwal pelaksanaannya mundur pada 2010 ini, Samator juga mempercayakan posisi pelatih kepala kepada Ibarsyah yang selama ini menjadi asisten pelatih asal China, Li Qiujiang.
"Ibarsyah juga menangani Samator saat berlaga di Divisi Satu musim lalu dan sukses membawa tim promosi ke Divisi Utama musim 2009 dengan pemain-pemain junior. Sementara Mr Li Qiujiang bertindak sebagai manajer tim," tambah Hadi.
Dengan kekuatan lapis kedua, Samator yang memegang gelar juara tiga kali Proliga ini tidak berani sesumbar merebut juara Livoli. Targetnya tidak muluk-muluk, karena ada empat tim yang harus diwaspadai, yakni Sananta Jakarta, Bank Sumsel, Yuso, dan juara bertahan Indomaret, jelas Hadi.
Petrokimia Gresik siap
Sementara itu, tim putri Petrokimia Gresik sudah berangkat lebih awal ke Banyuwangi sejak Kamis (7/1), untuk mengantisipasi kelelahan fisik akibat perjalanan panjang dari Gresik menuju Banyuwangi yang memakan waktu lebih dari tujuh jam.
Pelatih Kepala Petrogres, Machfud Irsyada, yang dihubungi mengatakan seluruh pemain dalam kondisi bagus dan siap tempur. Mereka juga sudah mulai melakukan latihan ringan untuk pemulihan kondisi.
Mantan asisten pelatih Timnas SEA Games 2009 itu mengaku, tidak membebani target tinggi kepada timnya yang mayoritas pemain muda.
"Kebetulan beberapa pemain Petrogres ada yang asalnya dari Banyuwangi, mudah-mudahan ada motivasi tersendiri bagi mereka untuk meraih hasil terbaik," tambahnya.
Machfud juga tidak terlalu peduli dengan kekuatan calon-calon lawannya. Dia menganggap semua tim punya kekuatan sama. kompas.com
Thursday, 31 December 2009
PSGL Berlaga di Banyuwangi

MEDAN - PSGL Gayo Lues akan berangkat dari Medan, Sumatera Utara, menuju Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mengikuti semifinal Kompetisi Divisi II. Di laga awal, Macan Leuser (julukan PSGL) langsung menjajal kekuatan tuan rumah Persewangi, 10 Janurai mendatang. Manejer tim PSGL Gayo Lues, Djamaluddin Ilyas kepada Serambi, tadi malam, mengatakan, enam tim yang lolos ke babak adalah PS Bangka, Persikasi Bekasi, Persipas Pasir Kalimantan Timur, PSGL Gayo Lues, Persewangi Banyuwangi, dan KSB Sumbawa Barat yang otomatis naik ke Divisi I.
Babak semifinal direncanakan 10-14 Januari, keenam tim dibagi dua grup. Di grup T terdiri atas PS Bangka, Persikasi Bekasi, dan Persipas Pasir, dan grup U terdiri dari PSGL Gayo Lues, Persewangi Banyuwangi, dan KSB Sumbawa Barat. PSSI akhirnya menunjuk tuan rumah grup T adalah Persikasi Bekasi, sedangkan tuan rumah grup U Persewangi Banyuwangi. Pemenang dari semifinal di dua grup langsung bertarung di babak final untuk memperebutkan gelar juara, sedangkan tim yang kalah menentukan posisi 3-4.
Sementara itu, enam tim Divisi II lainnya yang memperoleh promosi ke Divisi I untuk musim kompetisi mendatang adalah PS Siak, Persas Sabang, Madiun Putra, Persitema Temanggung, Persibul Buol, dan Persias Asmat. PSGL Gayo Lues dalam lawatannya ke Banyuwangi, kata Djamal, akan didampingi Bupati H Ibnu Hasim, untuk memotivasi para pemain yang usianya masih muda-muda. Tim ini akan membawa sekitar 22 pemain sudah termasuk pelatih kepala. Sedianya, PSGL sebelum berangkat akan melakukan beberapa pertandingan ujicoba di Medan. Namun tak bias dikejar, karena PSSI menetapkan jadwal berlaga 10-14 Januari mendatang. PSGL Gayo Lues berjanji akan memberikan sejumlah bonus, apabila mereka bisa keluar sebagai juara grup.(lau)
Sunday, 27 December 2009
Kontingen Banyuwangi Juara Dua Wushu se-Jatim

Laporan wartawan KOMPAS Aris Prasetyo |
SURABAYA, KOMPAS.com - Kontingen Sidoarjo merebut gelar juara umum kejuaraan daerah wushu se-Jawa Timur yang berakhir Minggu (27/12/2009) di Surabaya. Pada kelompok putra dan putri, Sidoarjo merebut lima emas dan sembilan perunggu. Menyusul di tempat kedua dan ketiga adalah Banyuwangi dengan dua emas dan satu perunggu, serta Kota Kediri dengan dua emas dan dua perak.
Pada kelompok putri, Sidoarjo berhasil merebut satu emas dan dua perunggu. Medali emas dipersembahkan Silvi di kelas 45 kilogram (kg), dan perunggu diraih Tariana dan Dince di kelas yang sama. Pada babak final, Silvi mengalahkan Isti dari Mojokerto.
Subscribe to:
Posts (Atom)









