Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Friday, 30 September 2011

Ribuan Warga Banyuwangi Demo Tuntut PT IMN Hengkang


Irul Hamdani - detikSurabaya | Banyuwangi - Sekitar 1.500 orang mendatangi kantor PT Indo Multi Niaga (IMN) di Dusun Pancer, Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi. Ribuan orang itu berunjuk rasa menuntut PT IMN menarik pasukan Brimob yang disiagakan di kawasan eksplorasi PT IMN.

Massa juga menuntut agar perusahaan pertambangan emas itu agar hengkang dari bumi Banyuwangi.

"Tarik Brimob dari gunung Tumpang Pitu karena keberadaannya meresahkan
masyarakat. PT IMN pergi saja dari Banyuwangi," teriak salah satu warga dalam orasinya, Rabu (10/8/2011).

Tuntutan itu merupakan reaksi dari arogansi personel Brimob yang bertindak semaunya sendiri. Pasukan khusus polisi itu menurut warga, pernah menembaki para penambang liar. Mereka ditembaki tanpa ada tembakan peringatan sehingga menimbulkan korban.

Massa juga menuntut agar PT IMN membubarkan diri dan pergi dari Banyuwangi. Menurut warga, PT IMN sama sekali enggan berbagi kawasan untuk menambang. Jalannya unjuk rasa sempat memanas saat ribuan massa merangsek hendak masuk ke PT IMN. Namun akhirnya warga mulai tenang saat perwakilan warga masuk dan berdialog dengan pihak PT IMN.

Unjuk rasa itu dijaga ratusan personel polisi dari Polres Banyuwangi dan jajaran serta personel Brimob.
Sumber : surabaya.detik.com

Tuesday, 27 September 2011

Nelayan Banyuwangi Tenggelam di Perairan Pegametan


Akibat dihamtam gelombang besar, Kapal Motor (KM) Nur Harapan, tenggelam di perairan Pegametan, Kecamatan Gerokgak, Senin (26/9) siang. Hingga Selasa (27/9) kemarin, satu anak buah kapal (ABK) masih dinyatakan hilang, sementara tiga ABK ''diselamatkan'' rumpon milik nelayan.

Informasi Selasa (27/9) kemarin menyebutkan, KM Nur Harapan dinakhodai Sunaryo (33) warga Dusun Kalimati, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Sementara tiga ABK masing-masing Satoji (35), Ilham (28) yang keduanya warga Desa Sampangan Kecamatan Muncar, Banyuwangi, dan Jummaji (28) warga Dusun Kalimati, Muncar.

Awalnya kapal itu mencari ikan hingga ke perairan Sulawesi. Setelah mendapat ikan sekitar tiga kwintal, kapal itu balik menuju Pelabuhan Muncar, Banyuwangi. Ketika melintas di perairan Pegametan, Senin sekitar pukul 11.00, kapal tiba-tiba dihantam gelombang besar. Akibatnya, lambung kapal pecah dan kemasukan air. Kapal pun tenggelam. Salah seorang ABK, Jummaji terseret arus dan hilang. Sementara nakhoda Sumaryo dan dua ABK lain beruntung ''diselamatkan'' rumpon milik nelayan.

Kapolsek Gerokgak Kompol Wayan Suarta, mengatakan ketiga nelayan asal Banyuwangi itu pertama kali ditemukan I Made Suka, nelayan setempat yang hendak memancing ikan sekitar pukul 15.00. Ketiga nelayan Banyuwangi itu langsung dibawa ke darat dan ditampung di pos polair Teluk Terima.

Sementara itu, pencarian terhadap ABK yang hilang, Jummaji, hingga Selasa kemarin masih dilakukan oleh Tim SAR dari Jembrana. Tim SAR yang berjumlah lima orang dan dipimpin Dewa Hendrik dengan dibantu anggota Polair hingga Selasa sore kemarin belum berhasil menemukan keberadaan Jummaji. (kmb15)
Sumber : Bali Post

Friday, 23 September 2011

Banyuwangi Berkampanye Bersepeda


Inilah 100 Kota yang Berkampanye Bersepeda |
JAKARTA, KOMPAS.com — Memperingati Bike to Work Day 2011, Jumat (23/9/2011), berikut ini 100 kota yang berpartisipasi serentak dalam kampanye penggunaan sepeda sebagai moda transportasi jarak dekat.
Seratus tempat itu adalah Jakarta, Denpasar, Gianyar, Jembrana, Singaraja, Tabanan, Bangka, Belitung, Pangkal Pinang, Cilegon, Serang, Tangerang, Tangerang Selatan Ciledug, Bengkulu, Rejang Lebong. Aceh Selatan, Aceh Timur, Banda Aceh, Meulaboh, Sabang, Sleman, Yogyakarta, Jambi, Sungai Penuh, Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Bekasi, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cikarang, Cirebon. Depok, Karawang, Kuningan, Purwakarta, Sukabumi, Tasikmalaya, Majalengka,
Batang, Blora, Cepu, Cilacap, Jepara, Boyolali, Kebumen, Kendal, Klaten, Kudus, Pati, Pekalongan, Pemalangm Purbalingga, Purwokerto, Salatiga, Semarang, Solo, Sragen, Tegal, Wonogiri, Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan. Malang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Surabaya, Tuban, Tulungagung.
Mempawah, Pontianak, Singkawang, Banjarbaru, Banjarmasin, Paringin, Palangkaraya, Sampit, Balikpapan, Berau, Bontang, Bulungan, Kutai Barat, Samarinda, Sangata, Tarakan, Tenggarong. Lampung, Ambon, Alor, Bima, Biak, Merauke, Manokwari, Sorong, Timika, Batam, Dumai, Duri, Indragiri Hilir, Pekanbaru,
Perawang, Mamuju, Polewali, Bantaeng, Belopa, Bone, Gowa, Soppeng. Makassar, Malili, Maros, Palopo, Pare Pare, Pinrang, Sengkang, Sinjai, Sorowako, Ternate, Toraja Utata, Palu, Kendari, Kolaka, Gorontalo, Manado, Tomohon. Bukittinggi, Sijunjung, Pesaman, Padang, Payakumbuh, Solok, Lubuk Lingau, Muara Enim, Palembang, Prabumulih, Deli Serdang, Kisaran, Medan, dan Tebing Tinggi.
Selain berkampanye serentak untuk Bike To Work Day 2011, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan sampai Minggu.
"Dengan kampanye ini, semoga semangat untuk menggunakan sepeda sebagai moda transportasi jarak dekat makin tumbuh dan dilakukan warga," ujar Ketua Umum Bike to Work Toto Sugito. 
Sumber : Kompas.com

Sunday, 11 September 2011

Seorang Nenek Ditinggal Sendiri Keluarganya


Liputan6.com, Banyuwangi: Seorang nenek di Banyuwangi, Jawa Timur, hidup sebatang kara setelah ditinggal keluarganya. Mbah Manok, diusia senjanya justru hidup tanpa keluarga yang dikasihinya. Sungguh menyakitkan, warga Desa Kedayunan, Kabat, Banyuwangi ini, entah kenapa ditinggal begitu saja oleh keluarganya.

Pantauan SCTV, Ahad (11/9), Mbah Manok yang tak lagi bisa melakukan aktivitas selain berbaring dan duduk, tinggal di rumah kosong milik warga. Beruntung warga sekitar masih menaruh perhatian padanya. Secara bergantian mereka menyediakan makanan dan menyuapi perempuan berusia 75 tahun ini.

Sejak dua tahun lalu, warga dan pemerintah desa setempat telah berulangkali melaporkan kondisi Mbah Manok ke dinas terkait. Namun hingga kini belum ada tanggapan.(IAN)

Tuesday, 7 June 2011

PLN Akan Bangun Menara Tertinggi di Dunia di Banyuwangi


Menara ini akan menyalurkan listrik dari Jawa ke Bali. |
VIVAnews - Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun menara listrik tertinggi di dunia. Menara setinggi sekitar 376 meter ini dirancang bakal mengalahkan menara di China dan Eiffel di Prancis.

Menara listrik ini berfungsi menyalurkan listrik dari Jawa ke Bali yang disebut Bali Crossing, memiliki daya mencapai 3.000 MW. Rencananya, akan dibangun di Banyuwangi, Jawa Timur dan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

"Tower ini akan menjadi tertinggi di dunia yaitu 376 meter. Selama ini yang tertinggi di RRC 370 meter," kata Presiden Direktur PT PLN, Dahlan Iskan, di Denpasar, Selasa, 7 Juni 2011.

Menara ini, sambungnya, memiliki kaki-kaki yang kuat yang ditancapkan pada lahan seluas lapangan sepak bola.
"Ini demi kepentingan Bali untuk 25 tahun ke depan. Kalau tower nanti jadi, Bali akan aman dalam 25 tahun," kata Dahlan.

Dahlan menjamin tower ini memiliki konstruksi yang sangat kuat, sehingga tahan dari ancaman hembusan angin paling kencang. PLN telah mempelajari segala ancaman alam dengan cermat. Kecepatan angin paling cepat di sekitar menara mencapai 59 meter per detik--ini yang tercepat dalam 100 tahun terakhir.

"Konstruksi ini kuat menghadapi kecepatan angin sampai 70 meter per detik," katanya.

Untuk mengatasi terpaan angin, tangan menara dibuat di ketinggian dengan bentangan kabel berjarak 70 meter untuk mencegah korsleting. Kabel akan menghubungkan kedua menara dan melewati Selat Jawa.

Pembangunan menara diperkirakan menelan dana Rp500 miliar, yang akan segera dimulai pada awal tahun 2012. Diperkirakan proyek ini akan rampung pada awal 2013, sebelum KTT APEC di mulai.

Saat ini, beban puncak di Bali mencapai daya 600 MW. Pada 10 tahun ke depan, dengan laju pertumbuhan normal 7 persen, maka diprediksi kebutuhan listrik di Bali akan mencapai 1.200 MW. (Laporan: Bobby Andalan, Denpasar | kd)
dari (http://bisnis.vivanews.com/news/read/225125-pln-akan-bangun-menara-tertinggi-di-dunia)

Saturday, 21 May 2011

Musisi Lokal Melawan Pembajakan


 Oleh Giewahyudi |
Berkembang pesatnya pembajakan dalam industri musik tentu mempengaruhi produktivitas musisi dalam bermusik. Bahkan karena kesal dengan pembajakan yang semakin parah, musisi kawakan Iwan Fals pernah “cuti” bermusik selama bertahun-tahun untuk memprotes aksi pembajakan itu. Korban dari maraknya pembajakan adalah perusahaan rekaman Lokananta, perusahaan rekaman musik pertama di Indonesia itu sudah hampir mati suri. Untuk menutupi biaya operasional, perusahaan rekaman yang terletak di Kota Solo ini harus menyewakan beberapa asetnya untuk kantor asuransi dan lapangan futsal.
Di balik lesunya industri rekaman, beberapa musisi di beberapa daerah mempunyai cara tersendiri untuk melawan kejamnya pembajakan. Sewaktu masih tinggal di Kota Padang, saya masih melihat semangat para musisi Minang meski pembajakan ada dimana-mana. Walaupun musisi-musisi nasional selalu berdatangan, saya amati musisi lokal Minang selalu muncul tanpa henti. Dalam acara-acara resmi, misalnya resepsi pernikahan, musik-musik Minang selalu menampilkan artis-artis baru. Artis-artis lokal seperti Edi Cotok, Ajo Andre, Yan Juned, Zalmon, Ucok Sumbara, Boy Sandy, Nedy Gampo, Budi Setiawan “Buset” begitu terkenal dalam musik pop Minang.
Artis-artis lokal Minang ini tetap eksis, bahkan Zalmon mempunyai rekor tersendiri karena albumnya yang berjudul Kasiek Tujuh Muaro berhasil terjual sebanyak 200.000 kopi. Album pop Minang yang fenomenal ini diproduksi di studio rekaman Sinar Padang Record milik Haji Yuskal. Studio rekaman yang bertempat di Jalan Banda Bakali ini merupakan studio rekaman terbesar di Kota Padang. Selain musisi Minang, Sinar Padang Record juga digunakan untuk rekaman musisi dari Jambi dan Sumatra Selatan. Bahkan musisi nasional, seperti Obbie Messakh dan Eddy Silitonga, pernah rekaman di studio ini.
Di salah satu sudut provinsi Jawa Timur, industri musik rekaman bahkan sudah menjadi semacam home industry. Di Kabupaten Banyuwangi, studio-studio rekaman kecil menjamur sampai di desa-desa. Sampai sekarang, lebih dari 50 studio rekaman menyebar di Banyuwangi. Industri studio rekaman di Banyuwangi awalnya dipelopori oleh Victor dengan bantuan modal sebesar 25 juta rupiah dari ayahnya yang bernama Johny M.C. Karena kasihan dengan musisi Banyuwangi yang harus rekaman jauh-jauh ke Surabaya, akhirnya Victor membangun studio rekaman Lharos pada tahun 2002.
Musisi Banyuwangi yang sebelumnya harus mengeluarkan uang minimal 100 juta untuk satu album, sekarang hanya butuh 12 juta untuk rekaman di Banyuwangi. Karena sangat murah, order rekaman membanjiri studio rekaman Lharos sampai Victor kewalahan. Victor kemudian menambah fasilitas studio rekamannya dengan peralatan yang lebih canggih. Perkembangan studio rekaman Lharos juga tidak lepas dari pengaruh Johny M.C. yang ternyata sudah bersinar sebagai produser di Banyuwangi sejak tahun 1985. Sebanyak 50 musisi pernah ditangani Johny M.C., bahkan dua di antaranya, Emilia Contessa dan Nini Carlina, menjadi musisi nasional.
Industri musik lokal ternyata juga berkembang di Kota Bandung. Studio rekaman Whisnu Record telah mengorbitkan penyanyi pop Sunda, “Jacko” Darso dan Nining Meida. Jacko Darso yang mempunyai ciri khas seperti Michael Jackson ini sangat memikat para pecinta musik Sunda. Musisi fenomenal satu lagi yang dilahirkan dari studio rekaman milik Mariska ini adalah Nining Meida. Bahkan album milik Nining Meida berjudul Kalangkang yang dirilis pada tahun 1986 masih menjadi buruan para kolektor musik dan sampai sekarang sudah terjual lebih dari satu juta kopi.
Musisi lokal diam-diam masih melakukan perlawanan. Bayangkan saja, musisi lokal di Banyuwangi bisa merilis 15 album dalam sebulan. Bagaimana perkembangan musik di daerah Anda?
dari (http://giewahyudi.com/musisi-lokal-melawan-pembajakan/)

Thursday, 19 May 2011

Dirjen Bea Cukai Termuda yang Tegas


INILAH.COM, Jakarta – Pecinta film impor tampaknya akan kembali sumringah. Pasalnya, salah satu orang yang keras dengan aturan perpajakan, telah mengindikasikan keran film asing mulai dibuka kembali.
"Satu perusahaan importir film sudah membayar tagihan sekitar Rp9 miliar," kata Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono Agung di Jakarta, Rabu, (18/5).
Menurutnya, dengan pembayaran pokok tagihan satu dari tiga importir bermasalah, maka impor film berpotensi kembali dibuka,” Mereka sudah melakukan importasi tapi tetap harus sesuai aturan yang ada,”ujarnya.
Kementerian Keuangan sebelumnya mengungkapkan kekurangan tambahan bea masuk yang harus dibayarkan importir film asing dua tahun terakhir mencapai Rp30 miliar, berasal dari 1.759 copy film. Namun, jumlah tersebut belum termasuk denda yang harus dibayar antara 100-1.000 persen.
Pemerintah memberikan tenggat waktu kepada importir film melunasi kekurangan pembayaran tagihan pajak bea masuk impor tersebut paling lambat 12 Maret 2011. Jika pada batas waktu tersebut para importir belum juga menyelesaikan kewajibannya, Bea Cukai akan melakukan empat tindakan, seperti memblokir kegiatan impor, melakukan penagihan aktif, memberikan teguran dan menyita aset-aset perusahaan.
Masalah pajak film impor adalah salah satu tugas Agung Kuswandono, yang pada 25 April kemarin, baru saja diangkat oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebagai Direktur Jenderal Bea Cukai, menggantikan Thomas Sugijata yang akan memasuki masa pensiun.
Pengangkatan Agung ini menandai perubahan penting di sentral pabean itu. Pasalnya, sarjana kehutanan lulusan Institut Pertanian Bogor ini dikenal berani membersihkan rimba kepabeanan. Ia getol menghadapi oknum-oknum yang selama ini melindungi para penyelundup dan pengemplang cukai.
Meski usianya masih tergolong muda, sederet langkah fenomenal telah dilakukan pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur pada 29 Maret 1967 ini. Langkahnya tak kenal kompromi, meski harus berhadapan dengan atasan.
Lihat saja ketika ia menjabat sebagai Kepala Bea-Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Agung memerintahkan penyegelan 12 helikopter bekas milik PT Air Transport Services karena perusahaan milik Bukaka itu belum menyertakan sertifikat kelayakan dan izin Bea-Cukai. Apalagi jaminan kepabeanan Rp 9 miliar belum dibayarkan. Ia pun taj gentar meskipun wakil presiden saat itu, Jusuf Kalla, sempat marah.
Demikian pula ketika ia menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea-Cukai Tanjung Priok.
Jebolan Universitas Colorado, Amerika Serikat pada 1997 ini menyita delapan kapal pengangkut kru pengeboran minyak lepas pantai yang tidak memiliki surat izin impor. Selain menggagalkan masuknya 395 ribu tabung gas impor tak berizin dari China.
Kendati lebih muda dari bawahannya, Dirjen Bea Cukai yang baru menjabat, Agung mengaku tidak merasa canggung. "Tidak ada masalah, ini kan semua amanah ya. Beliau (Menkeu) mendukung saya, saya juga menghormati beliau. Saya kan jadi dirjen bukan memaksakan diri, ini kan perintah ya. Kita profesional lah, kita aparat yang profesional," ujar Agung usai diangkat April lalu.
Ia pun berharap mendapat dukungan penuh dari para pegawai yang berada di lembaga yang dibawahinya baru-baru ini. "Mereka juga harus mendukung saya, saya juga menghormati mereka sebagai senior, tapi dalam hal pekerjaan kita profesional," pungkasnya. [mdr]

Warga Sumberjampi Gugat PLN Banyuwangi

suarasurabaya.net| Warga Dusun Sumberjampi Desa Temurejo Banyuwangi menggugat PLN Banyuwangi ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Gugatan class action ini dilayangkan setelah kasus Warung Listrik tidak berjalan damai.

KRISNADI kuasa hukum warga seperti dilaporkan NOVI dari Radio Mandala FM Banyuwangi, Kamis (19/05), mengatakan gugatan ini dilakukan setelah tarif listrik naik. Semula masyarakat hanya membayar Rp 595 ribu/kwh namun saat ini kenaikannya mencapai 120% atau berkisar Rp 1.380.000/kwh.

Selain itu, PLN juga meminta warga mengganti pemasangan Warung Listrik dengan prabayar dengan biaya pemasangan baru. Namun hal itu ditolak karena kondisi keuangan warga tidak memadai.

Kasus ini sebenarnya sudah dimediasi DPRD Banyuwangi. Dan pertemuan mediasi warga dengan PLN Banyuwangi juga sudah dilakukan. Namun karena tidak ada titik temu, akhirnya warga melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. (tin)
dari (http://www.suarasurabaya.net/v06/kelanakota/?id=1ceca6514997b62f5a78977a732b1905201192750)

Wednesday, 18 May 2011

Diduga Stres karena Sakit, Sopir Bus Gantung Diri

 
BANYUWANGI- Diduga stres karena sakit seorang sopir bus di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Warga Dusun Karang Baru, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu kemarin terkejut setelah salah seorang tetangga mereka ditemukan tergantung di pohon mangga tidak jauh dari rumah korban.

Para tetangga tidak percaya Abdulah Arifin nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Pasalnya korban yang berprofesi sebagai sopir bus malam antar kota antar-provinsi (AKAP) ini sebelumnya terlihat masih duduk dan makan di samping rumahnya. Warga juga tidak mendapati keanehan atas perilaku korban.

Namun sekira jam 09.00 WIB pagi, korban ditemukan sudah tergantung dengan tali tambang hijau dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi. Warga yang mengetahui hal tersebut langsung memberi tahu ke keluarga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian serta melapor ke aparat Polsek Wongsorejo.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan olah TKP dan selanjutnya menurunkan mayat korban. Di lokasi, petugas menemukan beberapa kejanggalan seperti tali tambang plastik yang memakai simpul mati dan tidak ada kursi atau meja penahan di bawah kaki korban

Selain itu lidah tidak menjulur seperti pada umumnya korban gantung diri. Karena perminataan keluarga, korban langsung dimakamkan tanpa dilakukan autopsi.

Korban telah lama menderita penyakit komplikasi, seperti jantung, darah tinggi hingga diabetes. Tidak sedikit biaya yang dikeluarkan keluarga untuk menyembuhkan korban.

Namun penyakit yang menggerogoti tubuh korban sejak 5 tahun lalu itu tidak kunjung sembuh. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena tidak mampu menahan penyakit yang diderita.

Meski korban sudah dimakamkan, jajaran Polsek Wongsorejo masih mendalami kasus ini.

(Eko Suryono /RCTI/ton)
dari (http://news.okezone.com/read/2011/05/19/340/458579/diduga-stres-karena-sakit-sopir-bus-gantung-diri) 

Tuesday, 3 May 2011

Ratusan Masyarakat Warnai Launching Fokker 50

ROGOJAMPI-Senin(2/5), minggu pertama di awal bulan Mei menjadi penentu sejarah diluncurkannya pesawat baru, Fokker-50 di bandara Rogojampi . Bandara yang sebelumnya bernama Bandara Blimbingsari ( sekarang berganti nama menjadi bandara Rogojampi) itu dipenuhi oleh orang-orang yang ingin ikut menyaksikan launching tersebut. Tidak hanya warga masyarakat sekitar yang hadir, tapi juga warga Banyuwangi dan beberapa pejabat yang sengaja diundang.launching%201.jpg
Fokker-50 berangkat dari Surabaya dan tepat mendarat di Bandara Rogojampi  pukul 14.39 WIB. Acara dibuka dengan tari Rodat Siliran yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran , laporan dari PT. Sky Aviation, sambutan dari Sekjen Dirjen Perhubungan, Arifiyanti Samad (Fifi)  dan sambutan Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, MSi. Sky Aviation menyampaikan bahwa Sky berkomitmen untuk mengisi kekosongan transportasi  udara di daerah-daerah tertentu , misalnya Banyuwangi. Moda transportasi udara yang menawarkan kemudahan dan percepatan ini akan lebih menghemat waktu. “Bayangkan, perjalanan 8 jam Banyuwangi-Surabaya dengan menggunakan mobil, bisa digantikan dengan 30 atau 45 menit dengan menggunakan launching%202.jpgpesawat.Sehingga waktunya jauh lebih efisien,” tambahnya.
58 papan ucapan selamat atas diluncurkannya F-50 yang dipasang di sekitar bandara menunjukkan pula antusiasme kaum wirausahawan yang nantinya diharapkan akan bisa memanfaatkan kemudahan melakukan perjalanan dengan F-50. Ditambahkan oleh Fifi, Sekjen Dirjen Perhubungan,”Layanan penerbangan saat ini memang harus disiapkan pemerintah untuk menciptakan demand dan mobilitas yang lancar dan rutin. Suatu daerah dikatakan sebagai pusat bisnis jika jumlah penumpang pesawatnya mencapai 3 juta orang per tahun, contohnya Kalimantan Selatan.Ada 40 rintisan bandara di Indonesia, dan satu-satunya yang telah memiliki payung hukum yang jelas untuk beroperasi adalah Bandara Rogojampi. Untuk mendapatkan payung hukum , sebuah bandara harus mempunyai schedule yang sesuai dengan pemerintah.”  Fifi juga menyampaikan bahwa  tanggal 29 April 2011 lalu telah ditandatangani bersama MoU antara Pemkab Banyuwangi dan Dirjen Perhubungan yang sama-sama berkomitmen mendukung penerbangan di Banyuwangi.launching%204.jpg
Mantan Bupati Banyuwangi Samsul Hadi beserta ibu juga turut hadir dalam acara tersebut untuk memenuhi undangan dari Bupati Anas. Namun, mantan Bupati Ratna yang juga diundang berhalangan hadir. Kedua mantan Bupati Banyuwangi tersebut diberikan penghargaan oleh Pemkab atas jasa dan upayanya merintis dibukanya lapangan terbang Rogojampi. “Pemimpin hari ini harus menghargai jasa pemimpin sebelumnya, karena itu saya mengundang mantan-mantan Bupati Banyuwangi untuk bisa secara khusus hadir di acara ini,” kata Bupati Anas. “Mudah-mudahan bandara ini menjadi simbol kebangkitan Banyuwangi.” tambahnya lagi. Disampaikan pula oleh Bupati Anas bahwa bandara ini dibangun untuk menjembatani pengentasan masyarakat miskin di Banyuwangi. Sehingga upaya Pemkab untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi makro dan mikro bisa selaras. Setelah itu Bupati menekan tombol sirene launching%203.jpgsebagai tanda dibukanya launcing F-50.
Acara ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Banyuwangi, KH. Dailami Ahmad, kemudian dilanjutkan dengan pemecahan kendi oleh Bupati Banyuwangi diikuti oleh undangan lainnya. Pemecahan kendi  dilakukan tepat dibawah pesawat dengan disaksikan oleh undangan dan semua pengunjung. Pesawat berangkat dengan mengangkut seluruh peserta Fam Trip Press Tour 2011 yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi beserta beberapa undangan dari Surabaya.(HUMAS)
dari (http://www.banyuwangikab.go.id/berita-daerah/launching-fokker--diwarnai-kedatangan-ratusan-masyarakat.html)

Monday, 2 May 2011

Lapas Banyuwangi Dihuni 966 Napi


Overload Medaeng Dibiarkan
SURABAYA - Kondisi Rumah Tahanan (Rutan) klas 1 Surabaya di Medaeng semakin memprihatinkan. Bagaimana tidak rutan yang semestinya dihuni 540 narapidana itu kini terus membludak dan disesaki hingga 1.758 napi. Over kapasitas hingga 3 kali lipat ini sebenarnya sudah dipersoalkan sejak lama, namun hingga kini tak kunjung juga mendapat perhatian Kementerian Hukum dan HAM.
Kasubag Humas Kemenkumham Kanwil Jatim Cahyo Sejati mengatakan, permasalahan over kapasitas memang menjadi salah satu domain masalah yang sudah lama menjadi perhatian lembaganya (Kanwil Kemenkumham Jatim, red.). Namun, hingga kini belum ada solusi karena kendala lahan.
“Sebenarnya kami  merencanakan penambahan lahan. Kami sudah bicarakan ini dengan Wagub Jatim  tapi sampai sekarang belum juga terealisir,” kata Cahyo di kantornya, Senin (2/5).
Sebenarnya, kata Cahyo, Pemprov Jatim pernah menawarkan lahan tambahan untuk penambahan Rutan Medaeng. Namun, hingga sekarang tawaran itu belum juga direalisasikan. Bahkan berkali-kali pihaknya menayakan soal di mana lahan yang tepat, Pemprov Jatim tak kunjung memberikan kepastian.
Menurut dia, kondisi rutan Medaeng memang jauh dari ideal. Apalagi, jumlah pegawai yang bertugas di Medaeng sangat minim. “Pegawainya hanya 142. Itu pun terbagi menjadi beberapa bagian,” ujar Cahyo. Dengan jumlah pegawai yang sedikit dan membludaknya napi di Rutan Medaeng itu, ia mengatakan, kemungkinan buruk seperti tawuran dan peredaran narkoba rawan terjadi di Rutan Medaeng. “Untung saja di Medaeng hingga sekarang belum pernah ada gesekan yang berarti,” tandas Cahyo.
Sesuai data yang dimiliki Kemenkumham Kanwil Jatim, saat ini Rutan Medaeng dihuni sebanyak 1.758 narapidana, hal itu mengalami peningkatan pada tahun 2011 ini. “Napi di Rutan Medaeng mengalami peningkatan, pada Desember 2010 yang lalu mencapai 1.646 napi tapi akhir Maret tahun ini, napinya mencapai 1.758 napi,” katanya  dengan menunjukkan data yang telah masuk di institusinya.
Perlu diketahui, jumlah napi di Rutan Medaeng merupakan yang tertinggi di antara rutan-rutan lain di Jatim. Hingga akhir Maret 2011 saja, jumlah napi yang menginap di rutan Medaeng berjumlah 1.758 napi. Untuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lapas kelas 1 Surabaya dihuni 1.254 napi, Lapas Banyuwangi dihuni 966 napi, Lapas Mojokerto dihuni 392 napi. Selanjutnya Lapas kelas 1 Malang dihuni 1.484 napi, dan Lapas kelas 1 Madiun dihuni 1.006 napi. “Dari semua rutan dan lapas, Rutan Medaeng memang yang paling membutuhkan perhatian dari pemerintah secepatnya,” kata Cahyo. m3
10 Besar Rutan/Lapas di Jatim*
Rutan Medaeng                                  : 1.758 napi
Lapas Kelas I Surabaya (Porong)     : 1.254 napi
Lapas Kelas I Malang                        : 1.484 napi
Lapas Kelas I Madiun                        : 1.006 napi
Lapas Kelas II B Banyuwangi           : 966 napi
Lapas Kelas II A Sidoarjo                 : 683 napi
Lapas Kelas II A Pamekasan           : 683 napi
Lapas Kelas II A Kediri                     : 652 napi
Lapas Kelas II B Jombang                 : 407 napi
Lapas Kelas II B Tulungagung          : 395 napi

*data Desember 2010 - Maret 2011
Sumber: Kemenkumham Kanwil Jatim
dari (http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=6f2f2c810533a6586f68402214344732&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c)

Deflasi Tertinggi Terjadi di Banyuwangi pada Bulan April 2011

Deflasi Terkecil Bulan April 2011 Terjadi di Surabaya

suarasurabaya.net| “Kalau secara nasional deflasi dikisaran 0,31% dan untuk Jawa Timur 0,44% maka deflasi terkecil dilingkungan provinsi Jawa Timur pada bulan April 2011 terjadi di Surabaya. Deflasi di Surabaya pada April 2011 sekitar 0,22%”.

IRLAN INDRO CAHYO Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, kepada suarasurabaya.net, Senin (02/05) menyampaikan hal itu terkait terjadinya deflasi pada bulan April 2011 ini.

Dari sekurangnya 10 kota berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, lanjut IRLAN, seluruh kota memgalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi sebesar 0,93%, disusul Tulungagung 0,84%.

“Jember dikisaran 0,77%, Tuban 0,68%, Madiun 0,62% selanjutnya Sumenep 0,48%, Malang 0,42%, Probolinggo 0,33%, Kediri 0,31%. Sedangkan deflasi terkecil seperti yang sebelumnya saya sampaikan dikisaran 0,22%,” terang IRLAN.

Sedangkan untuk catatan dari ibukota provinsi di Pulau Jawa, lima kota mengalami deflasi dan satu kota mengalami inflasi. Kelima kota yang mengalami deflasi, masing-masing adalah: Semarang, Serang, Yogjakarta, Surabaya, dan Bandung.

“Deflasi tertinggi terjadi di Semarang sebesar 0,54%. Deflasi terkecil terjadi di Bandung sebesar 0,02%. Satu ibukota provinsi di Pulau Jawa yan gmengalami inflasi adalah Jakarta sebesar 0,21%,” sambung IRLAN.

Menurut IRLAN INDRO CAHYO Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, paparan yang dilakukan secara rutin setiap awal bulan, khusus untuk bulan Mei 2011 nantinya akan dilakukan kembali pada 5 Mei 2011 mendatang.(tok)

Teks foto:
-IRLAN INDRO CAHYO Kepala BPS Provinsi Jawa Timur.
Foto: TOTOK suarausrabaya.net

 

Banyuwangi Memasuki Musim Tanam Tembakau Sejak Bulan Lalu


Petani tembakau hadapi musim tanam dengan optimis
kontan.co.id | JAKARTA. Memasuki Bulan Mei ini, para petani tembakau di beberapa daerah mulai melakukan penanaman. Daerah-darah lumbung tembakau seperti seperti Banyuwangi bahkan sudah memasuki musim tanam sejak bulan lalu. Sementara daerah lain, seperti Bondowoso, Probolinggo dan Jombang sudah memasuki tahap persemaian.

Tidak seperti tahun lalu, para petani lebih optimistis menyambut musim tanam kali ini. Mereka optimistis, produksi dan kualitas tembakau tahun ini akan lebih baik ketimbang tahun lalu. "Meski belum normal, cuaca di tahun ini lebih baik dari tahun 2010," kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Abdus Setiawan, Senin (2/5).

Tahun lalu memang menjadi mimpi buruk bagi petani tembakau di Indonesia. Cuaca buruk akibat la nina berkepanjangan menjadi penyebabnya. Idealnya, musim hujan jatuh pada musim tanam, yaitu antara Mei dan Juni. Semestinya, cuaca berangsur kering memasuki Agustus, yaitu ketika petani memanen tembakaunya. Tapi, tahun lalu cuaca basah terjadi hampir sepanjang tahun. "Akibatnya, produksi kami menurun drastis dari tahun 2009," ujar Abdus.

Sekedar catatan, produksi tahun 2010 hanya sekitar 100.000 ton. Padahal di tahun 2009, produksi tembakau nasional masih sebanyak 160.000 ton. Pada tahun kelinci ini, Abdus optimis produksi tembakau nasional bisa kembali mencapai 160.000 ton seperti tahun 2009. Sebab, meski la nina masih ada, tapi cuaca tahun ini diprediksi tidak akan seburuk tahun lalu. "Kami berharap prakiraan cuaca tidak meleset, karena produksi tembakau sangat bergantung pada cuaca," imbuh Abdus.

Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Budidoyo juga tak kalah optimis. Menurutnya, selain produksi yang akan kembali naik, kualitas tembakau juga lebih bagus. Harga tembakau tahun lalu terjun bebas di bawah Rp 30.000 per kilogram akibat tembakau yang dipanen terlampau basah karena hujan mengguyur pada saat musim panen.

Tahun ini, ia memprediksi harga tembakau akan kembali di atas Rp 30.000 per kilogram (kg). Bahkan, untuk kualitas yang bagus, harga tembakau bisa mencapai Rp 70.000 perkg. Penyebabnya, cuaca diperkirakan akan lebih baik ketimbang tahun lalu. Petani tembakau biasanya membutuhkan hujan pada saat musim tanam yaitu bulan Mei-Juli. Sementara cuaca panas dibutuhkan pada saat panen, yaitu bulan Agustus sampai Oktober. Kondisi ideal ini diprediksi akan terjadi baik pada periode tanam maupun panen tahun ini.

Sunday, 1 May 2011

465 Personil Polres Amankan Unjukrasa Buruh di Banyuwangi


suarasurabaya.net| Mengamankan demo ratusan buruh, Senin (02/05) ini, Polres Banyuwangi kerahkan 465 personil.

Komisaris Polisi HERU PRASETYO Wakil Kepala Polres Banyuwangi seperti dilaporkan RUDI dari Radio Mandala FM Banyuwangi mengatakan untuk mengamankan unjukrasa itu personil dikerahkan dari 24 Polsek Banyuwangi.

Pengamanan dilakukan di tempat awal titik kumpul yakni di Muncar. Lalu pengamanan dilakukan sampai massa melakukan orasinya di depan Pemkab Banyuwangi dan simpang lima Banyuwangi.

HERU menambahkan pengamanan unjukrasa ratusan buruh itu dilakukan dengan protap sesuai pengamanan unjukrasa. (tin)

sumber (http://www.suarasurabaya.net/v05/kelanakota/?id=dc084d63c71550dce8056c5e2e4cce2f201192050)

Bupati Banyuwangi Menggelar Pertemuan Ulama' dan Umaro' Se-Banyuwangi

Kabar dari Banyuwangi : Bertempat di Graha K-Link yang berlokasi di jalan Gajah Mada Banyuwangi telah berlangsung pertemuan para Ulama' dan Umaro' yang diselenggarakan langsung oleh Pemda Banyuwangi. Temu Ulama se Banyuwangi (24/4) diawali dengan lagu  kebangsaan Indonesia Raya. Bertajuk Halaqoh / Sarasehan Peningkatan Ukhuwah Islamiyah Di Kalangan Ulama dan Umaro’ Kabupaten Banyuwangi secara khusus dihadiri dan dibuka oleh Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Aswar Anas, MSi.

Bupati menyampaikan  banyak hal terkait pentingnya kerjasama pemerintah dan ulama. Beliau berharap tidak ada lagi kesenjangan informasi antara jajaran pemerintah dengan para ulama.” Kegiatan ini ditujukan untuk menjembatani kepentingan pemerintah daerah dan ulama. Atas kerjasama ini diharapkan  dapat meningkatkan  investasi di Banyuwangi,”ujar Bupati Anas.halaqoh%201a.jpg

Dalam acara yang diikuti  oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari para pimpinan pondok pesantren , MUI, RMI, NU, LDII, Muslimat, Fatayat, Aisyiah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Tim Penggerak PKK,  beberapa Satker, MUSPIDA, Kantor Kementrian Agama,  KAPOLRES, dan DANDIM, Bupati  juga menyampaikan  terobosan yang dilakukan Pemkab terkait program pembangunan, yaitu membangun Banyuwangi yang sejahtera, mandiri dan berakhlak mulia. Hal pokok yang akan ditangani dengan serius adalah pengentasan kemiskinan dan dibukanya beberapa lapangan pekerjaan berskala besar yang mampu meraup banyak tenaga kerja.

halaqoh%204a.jpgHadir sebagai narasumber antara lain Kajari Banyuwangi, Heri Jerman, SH,MH, Rektor Untag Banyuwangi, Sugihartoyo, dan KH. Masykur Ali. Para Nara Sumber meyampaikan makalahnya terkait kapasitas masing-masing dalam masyarakat. Heri Jerman selaku Kajari Banyuwangi mengupas tuntas tentang tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai pemimpin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sugihartoyo sebagai praktisi pendidikan  mengajak untuk membangun  kesadaran kolektif membangun karakter bangsa, dan sebagai gongnya Implementasi Komunikasi ulama dan umaro’ menuju Banyuwangi lebih baik disampaikan oleh KH. Masykur Ali.
Sebelum acara diakhiri, Bupati Anas juga menyampaikan beberapa program untuk rakyat kecil diantaranya KUR dan Resi Gudang yang tentu saja tujuannya supaya masyarakat akar rumput (grass root) bisa memanfaatkan semaksimal mungkin program tersebut.
dari (http://www.ldiijember.info/2011/05/temu-ulama-dan-umaro-demi-kesuksesan.html)

Friday, 29 April 2011

Hidup Sebatang Kara di Bekas Kamar Mandi, Mbah Saimin Tetap Tegar


Irul Hamdani - detikSurabaya | Banyuwangi - Kondisi Mbah Saimin mengundang rasa prihatin warga masyarakat sekitar. Meski demikian,  pria yang diperkirakan berusia lebih seabad ini tak pernah memelas atau mengemis makanan. Ia akan makan bila ada kiriman dari warga.

Jika tidak, untuk sementara waktu ia mengganjal rasa lapar diperutnya dengan air. Uniknya, Saimin tak pilih-pilih memilih air. Air diwadah kotor pun tak segan ia minum.
Seperti air bekas untuk mencucui piring, atau air yang ditampung di botolnya yang
dipenuhi lumut.

Saimin, lanjut Samidi, juga memiliki keunikan lainnya. Di waktu malam, Saimin kerap
nembang jawa (macopat), bercerita layaknya dalang wayang kulit hingga hari menjelang
pagi. Seolah menikmati dan ingin mengusir rasa sepi yang menyergapnya.

Lantas apa sebenarnya alasan Saimin memilih hidup dibekas kamar mandi rumah majikannya sejak delapan tahun silam ini? Kakek yang mengaku pernah dipaksa oleh Jepang untuk menjadi tentara PETA ini, menjawab dengan singkat.

"Wes kadung mancep jeru ning kene (Sudah terlanjur lama di sini)," jawab Saimin singkat, dengan bahasa Jawa, Jumat (29/11/2011).

Mungkin saja tempat itu memiliki kenangan dan sangat berarti bagi Mbah Saimin. Hingga
membuat dirinya berat untuk meninggalkan tempat tersebut.

Monday, 25 April 2011

Wisatawan Makin Mudah Menuju Banyuwangi


BANYUWANGI, KOMPAS.com — Jalur transportasi udara Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bertambah dengan pengoperasian pesawat jenis Fokker 50. Perluasan jalur transportasi itu ke tiga rute baru diharapkan kian membuka gerbang pariwisata dan bisnis di kabupaten di ujung timur Jawa tersebut.
Pesawat Fokker yang dioperasikan oleh PT Sky Aviation nantinya akan menghubungkan Banyuwangi dengan kota-kota tujuan baru, yakni Solo, Bandung, serta Tanjung Pinang yang merupakan kota tujuan wisata dan bisnis. Pesawat itu melengkapi pesawat Cessna Grand Caravan yang juga dioperasikan oleh PT Sky Aviation yang selama ini melayani rute Banyuwangi-Surabaya dan Banyuwangi-Denpasar.
Bambang Narayana, Chief Commercial Officer PT Sky Aviator, Senin (25/4/2011), mengatakan peluang pasar untuk transportasi udara dari dan menuju Banyuwangi sangat potensial. Selama empat bulan beroperasi, pesawat Grand Caravan banyak diminati para pebisnis dan turis yang ingin berkunjung ke Banyuwangi. Angka okupansinya mencapai 80 persen dari sembilan kursi yang tersedia. Selain itu, permintaan rute dari dan ke kota lain, seperti Solo dan Bandung, pun tinggi.
"Oleh karena itu, PT Sky Aviation berani menyediakan pesawat Fokker sebagai armada tambahan. Selain tempat duduknya lebih banyak, penumpang juga bisa merasa lebih aman dengan pesawat berbadan lebih besar seperti Fokker," kata Bambang.
Harga tiket pun menjadi lebih ringan karena ongkos penerbangan lebih murah. Jika biasanya dengan pesawat Grand Caravan tiket penerbangan Banyuwangi-Surabaya mencapai Rp 700.000 hingga Rp 900.000, kini bisa ditekan hingga Rp 350.000 per kursi.
Jadwal penerbangan dari Banyuwangi menuju kota-kota tujuan juga akan diperbanyak. Jika sebelumnya hanya dua hari sekali, Mei nanti bisa setiap hari.
Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengatakan, dengan hadirnya pesawat baru, kini Banyuwangi akan lebih mudah dijangkau oleh wisatawan, pebisnis, dan warga dari sejumlah kota lain.
"Selama ini butuh waktu kurang lebih tujuh jam lebih untuk menjangkau Banyuwangi dari Surabaya lewat jalur darat dalam kondisi normal. Waktu tempuh bisa bertambah lagi jika ada kemacetan di Porong atau banjir di Probolinggo," kata Yusuf.
Sarana dan prasarana penunjang transportasi udara di Banyuwangi kini juga mulai ditambah dan dibenahi. Andy Hendra Suryaka, Kepala Satuan Kerja Lapangan Terbang Banyuwangi Kementerian Perhubungan, mengatakan, Bandara Blimbingsari masih butuh sarana penunjang primer, di antaranya unit pemadam kebakaran dan perluasan terminal keberangkatan, yang menelan Rp 8,5 miliar dana APBN.
"Rencananya terminal keberangkatan akan diperluas menjadi 120 meter persegi. Kini perluasan dan penambahan unit pemadam sudah dalam proses tender," kata Andy.

Monday, 14 March 2011

Jalan Rusak Mohon Segera di Perbaiki

Forum Diskusi 

Saya sedih melihat kondisi jalan di beberapa kota di Jawa Timur yang rusak berat, berlubang dan selalu memakan korban. Lihat saja kondisi jalan sepanjang Jalan Mastrip-Driyorejo, atau Jalan di desa Bagorejo Kec.Srono-Banyuwangi yang rusak total dan mengganggu kegiatan ekonomi di wilayah tersebut. Mohon Bupati dan pihak terkait segera melakukan tindakan perbaikan untuk mensejahterakan penduduknya. Terima kasih.

Penulis : wawanmashuri (http://www.suarasurabaya.net)

Monday, 7 March 2011

Roda Dua Antre ke Bali

Banyuwangi (Bali Post)Arus balik libur Nyepi masih terus mengalir di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (7/3) kemarin. Kali ini didominasi pengendara roda dua. Sejak pagi ratusan sepeda motor memadati pintu loket pelabuhan. Saking banyaknya, mereka sempat meluber hingga ke jalan.
Untuk menghindari penumpukan, dua loket langsung difungsikan melayani tiket sepeda motor. Antrean panjang ini mulai terasa setelah tengah hari. Karena datangnya bersamaan, mereka menumpuk di depan pintu gerbang pelabuhan. Apalagi, loket bagi pengendara motor hanya dibuka satu pintu.
Kepala Cabang PT Indonesia Feri Ketapang-Gilimanuk Charda Damanik mengatakan, serbuan pengendara roda dua ini sudah diprediksi sebelumnya. Sebab, pasca-Nyepi, kendaraan roda dua yang kembali ke Bali belum mencapai 50 persen. ''Hari ini (kemarin-red), mereka mulai antre kembali ke Bali,'' katanya.
Meski sempat meluber, seluruh pengendara roda dua tidak menunggu lama untuk masuk kapal. Begitu mendapat tiket, mereka langsung diseberangkan. Dari 26 kapal yang dioperasikan tetap menggunakan sistem cepat. Artinya, begitu penuh, langsung diberangkatkan. Antrean roda dua ini ternyata tak berlangsung lama. Menjelang sore, antrean mulai berkurang. Meski demikian, pengendara sepeda motor tetap mengalir hingga malam.
Charda memprediksi arus balik ke Bali masih berlanjut hingga dua hari ke depan. Diperkirakan tetap didominasi pengendara roda dua. Mereka kebanyakan warga Banyuwangi dan sekitarnya yang bekerja sebagai buruh di Bali.
Selain roda dua, puluhan pengendara roda empat juga masih mengalir. Bedanya, mereka datang menjelang sore. Seperti hari sebelumnya, hampir seluruhnya berpelat nomor DK. Mereka datang dari beberapa kota di Jawa Timur, seperti Jember, Lumajang dan sekitarnya. (udi)

Tuesday, 22 February 2011

Kapal Perintis baru senilai Rp 20,1 miliar segera dioperasikan Di Tanjung Wangi


industri.kontan.co.id | JAKARTA. Pemerintah bakal mengoperasikan 2 kapal perintis baru di Banyuwangi dan Merauke. Dua kapal untuk membantu transportasi pulau terpencil itu dibangun dengan nilai investasi Rp 43,1 miliar.

Kepala Bagian Hukum Kementerian Perhubungan Sri Lestari Rahayu mengatakan, kapal perintis baru itu bernama KM Sabuk Nusantara 27 dan KM Sabuk Nusantara 28. Kapal Sabuk Nusantara 27 dengan bobot 500 DWT menghabiskan dana Rp 20,1 miliar, sedangkan kapal Sabuk Nusantara 28 dibangun berbobot 750 DWT dengan nilai investasi Rp 23 miliar.
"Pembangunan kapal sudah selesai pada akhir Desember 2010," ungkap Sri dalam siaran persnya.

Sri mengatakan, pembangunan kapal dilakukan di galangan kapal PT Daya Radar Utama. Selanjutnya, Sabuk Nusantara 27 telah diseberangkan dari galangan kapal menuju pelabuhan Banyuwangi pada tanggal 14 Februari 2011. Sementara, Sabuk Nusantara 28 akan diberangkatkan menuju pelabuhan Merauke pada 23 Februari 2011.

Lanjut Sri, Sabuk Nusantara 27 rencananya akan melayani trayek Perintis R-11 dengan rute Pelabuhan Tanjung Wangi – Sapekan – Pagerungan Besar – Kangean – Sapudi –Kalianget – Masalembo –Keramaian – Masalembo – Surabaya, PP.
Adapun, Sabuk Nusantara 28 akan melayani trayek perintis R-53 dengan rute Pelabuhan Merauke – Bade – Agats – Pomako – Dobo – Tual, PP. "Kapal perintis baru diharapkan bisa meningkatkan aksesibilitas di daerah-daerah yang masih terpencil dan belum berkembang," terang Sri.

Sejak 2005, pemerintah telah membangun 28 unit kapal laut perintis. Kapal-kapal perintis itu melayani angkutan laut perintis pada 28 trayek di 17 pangkalan perintis. Sebanyak 4 kapal melayani kawasan barat Indonesia, dan 24 kapal melayani kawasan timur Indonesia.