Showing posts with label Seleb. Show all posts
Showing posts with label Seleb. Show all posts

Friday, 5 November 2010

Lucky Perdana Bantah Ikut Keroyok Sony


okezone.com | JAKARTA - Lucky Perdana akhirnya angkat bicara, setelah selama ini hanya ‘berkoar’ lewat jejaring sosial Twitter. Aktor Silat Boy ini pun membantah ikut mengeroyok Sony di kawasan Mampang Prapatan, akhir Agustus lalu.

“Semua fine-fine saja. Semua sudah gue jalankan, kemarin sudah diproses,” tegas Lucky ditemui di Studio Persari, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (4/11/2010).

Aktor asal Banyuwangi ini pun menceritakan, pemukulan terhadap Sony memang benar, tapi bukan pengeroyokan. Itu adalah pertengkaran satu lawan satu.

“Dan gue sendiri tidak tahu awalnya. Itu terjadi pas gue pulang pemukulan,” beber Lucky tanpa mau menyebut detail siapa lawan Sony.

Meskipun sempat didera kabar tidak enak, Lucky mengaku hal tersebut tidak mengganggu aktivitasnya. Dia juga membantah kabar kalau dirinya sengaja menghilang.

“Enggak kok, gue selalu eksis. Ada kok di Twitter gue setiap hari,” akunya polos.

Lucky Perdana dan Cella ‘Kotak’ telah menjadi tersangka kasus pengeroyokan terhadap Sony Prakoso. Polisi telah mengambil keterangan dari sejumlah saksi yang melihat kejadian pengeroyokan di depan kost Jalan Mampang Prapatan XVI No 59, Mampang, Jakarta Selatan, dinihari, Senin, 23 Agustus 2010.

Meskipun ditetapkan sebagai tersangka, Cella dan Lucky masih bisa bekerja, karena polisi dari Polsek Mampang Prapatan tidak menahan keduanya.(nov)

Thursday, 28 October 2010

Nanti Malam Iwan Fals Menggelar Konser di Blok Agung


JEMBER - SURYA Online - Musisi Iwan Fals menggelar salat gaib, yang dilanjutkan dengan doa bersama dan tahlilan di Pondok Pesantren (PP) Al-Qodiri Kabupaten Jember, Rabu (27/10) malam, untuk para korban bencana alam Mentawai dan Merapi.  Salat gaib itu dipimpin pengasuh PP Al-Qodiri, KH Ahmad Muzakki Syah, yang selama ini dikenal sebagai guru spiritual Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Acara itu juga diikuti Al Zastrouw, komandan Sanggar Musik Ki Ageng Ganjur, dan  sekitar 3.000 santri pondok yang berada di Kecamatan Patrang, Jember.  Setelah menggelar salat gaib dan tahlilan, Iwan Fals bersama Ki Ageng Ganjur menggelar konser spiritual di pondok itu.
Sebelum konser dimulai, Kiai Muzakki mengajak ribuan penonton —sebagian besar fans berat Iwan, yang tergabung dalam kelompok Orang Indonesia (OI)—  untuk membaca Surat Al-Fatihah yang ditujukan bagi korban bencana alam di Mentawai dan Merapi.  Sebelum naik panggung, kepada sejumlah wartawan yang mewawancarainya, Iwan Fals mengingatkan agar seluruh pihak mengambil pelajaran dari bencana alam tersebut.
Pemerintah sudah banyak belajar dari bencana alam yang terjadi di Indonesia, kata Iwan, hendaknyapemerintah bisa serius dan sigap menghadapi bencana Mentawai dan Merapi.  “Belum lagi ketua PMI-nya Pak JK (Jusuf Kalla, Red) kan cukup gesit,” kata Iwan seraya menambahkan bahwa sejumlah elemen masyarakat juga mempunyai respons tinggi jika ada bencana.
Bersahutan
Dalam konsernya Iwan juga mengajak para santri dan OI untuk menjaga lingkungan. Melalui lagu “Tanam SIram Tanam” penyanyi bernama asli Virgiawan Listanto itu menyuarakan manusia hendaknya menanam pohon dan tidak lupa merawatnya.  “Karena kalau kita menanam pohon, maka pohon itu akan berdoa untuk yang menanam. Kata Pak kiai, setiap helai daunnya itu bertasbih,” kata Iwan.
Iwan dan Al Zastrouw secara bersahutan menerjemahkan lagu-lagu yang dinyanyikan Iwan. “memang ini mengkaji kehidupan, ngaji kehidupan di sekitar,” kata Al Zastrouw.
Konser spiritual Iwan Fals bersama Ki Ageng Ganjur dilakukan di 100 pondok pesantren di seluruh Indonesia. Sebelum di Jember, Iwan sudah melakukan konser di Gresik dan Lumajang, dan pada Jumat (29/10) akan konser di Ponpes Darussalam Blok Agung, Banyuwangi.
Konser itu untuk membangkitkan kembali ingatan masyarakat jika pondok merupakan pusat kesenian, kebudayaan dan peradapan Islam di Indonesia. “Jadi pondok itu bukan sarang teroris,” tegas Al Zastrouw, yang pernah menjadi ajudan KH Aburrahman Wahid (Gus Dur) sebelum meninggal beberapa tahun silam.

Friday, 22 October 2010

Konser Religi Iwan Fals untuk Korban Lapindo 29 Oktober di Banyuwangi


TEMPO Interaktif, Madiun - Konser Iwan Fals bersama grup Ki Ageng Ganjur di lapangan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat malam (22/10), juga menggalang dana untuk sekolah-sekolah yang jadi korban lumpur Lapindo di Sidoarjo.

Saat konser, kotak amal dibagikan. "Silakan berapapun yang penting ikhlas. Ini untuk adik-adik kita yang jadi korban Lapindo," kata pembawa acara konser.

Konser religi bertajuk Perjalanan Spiritual Iwan Fals Bersama Ki Ageng Ganjur ke Pesantren ini terselenggara berkat kerjasama sponsor Djarum Super dan Pondok Pesantren Al Mujaddadiyah, Demangan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Mujaddadiyah KH Agus Mustofa Izzuddin mengaku bangga dengan kehadiran Iwan. "Perjalanan spiritual Iwan Fals ini patut dicontoh karena mendekatkan diri dengan alim ulama," jelasnya dalam sambutan sebelum konser.

Ia juga menilai apa yang dilakukan Iwan meniru perjuangan Sunan Kalijaga. "Iwan ini meniru Sunan Kalijaga yang menggabungkan dakwah dengan budaya," tuturnya.

Salah satu penggagas konser, Al Sastrouw, mengatakan konser ini memiliki misi tersendiri. "Lewat konser ini, kita bareng-bareng ngaji dan senang-senang. Melalui konser ini kita menanamkan spiritualitas pada Orang Indonesia (OI) dan santri," tegas bekas sekretaris pribadi Gus Dur ini.

Selain Iwan, konser ini juga menampilkan artis-artis Ki Ageng Ganjur. Konser religi ini tampil di 12 pesantren di Jawa Timur.

Sebelum di Madiun, Iwan dan Ki Ageng Ganjur sudah tampil di Gresik 13 Oktober, Lamongan 14 Oktober, Bojonegoro 17 Oktober, Ngawi 19 Oktober, Magetan 20 Oktober. Setelah dari Madiun, akan tampil di Ponorogo 23 Oktober, Lumajang 25 Oktober, Jember 27 Oktober, Banyuwangi 29 Oktober, Mojokerto 31 Oktober, dan terakhir di Surabaya 2 Nopember.

ISHOMUDDIN

Monday, 23 August 2010

Sonny tak Tahu Motif Pengeroyokan Lucky Perdana dan Cella


INILAH.COM, Jakarta - Sonny Prakoso mengaku dikeroyok Lucky Perdana dan Cella, gitaris band Kotak. Mengaku cukup dekat dengan Lucky dan Cella, Sonny tak tahu motif pengeroyokan dirinya.
"Saya tidak tahu motifnya apa. Cella cuma tanya, 'lu anak Banyuwangi yah?'. Setelah itu mereka langsung main pukul. Saya tidak mengerti motifnya apa," ungkap Sonny saat dihubungi via telepon, Senin (23/8).
Sonny mengaku cukup kenal dengan Lucky dan Cella. Namun, hubungan mereka terputus sejak lama. Sonny pun tak mengerti faktor apa yang menyebabkan Lucky dan Cella main keroyok.
"Sama Lucky saya sudah tidak kontak selama dua tahun. Sama Cella, wah sudah lama. Aku kenal Lucky dari kecil, adik kelas aku juga waktu SMA," terang Sonny.
Sonny mengaku dikeroyok sekitar lima orang, termasuk Lucky dan Cella, gitaris Kotak. Senin (23/8) dini hari, Sonny sudah melaporkan kasusnya ke Polsek Mampang, Jakarta Selatan. [aji/mor]

Thursday, 18 February 2010

Dukungan Gerindra untuk Emilia Contesa dipertanyakan

TEMPO Interaktif, Banyuwangi - Sebanyak 20 pengurus anak cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Banyuwangi mempertanyakan keabsahan surat rekomendasi dukungan yang diturunkan DPP Gerindra untuk bakal calon bupati Banyuwangi yang juga penyanyi Emilia Contesa.

Ketua Forum Komunikasi PAC Gerindra Kabupaten Banyuwangi Fajar Isnaini mengatakan, selama ini Gerindra Banyuwangi belum pernah mengusulkan bakal calon bupati untuk diusung dalam Pemilihan Bupati Banyuwangi pada 14 Juli mendatang.

Apalagi, katanya, Sekretaris Jenderal DPP Gerindra Ahmad Muzani saat dimintai klarifikasi oleh Forum PAC melalui pesan pendek mengatakan, DPP Gerindra tidak pernah menerbitkan surat dukungan untuk Emilia Contesa. "Kami dan pimpinan cabang juga tidak pernah tahu bentuk asli surat dari DPP," katanya saat jumpa pers di salah satu rumah makan di Banyuwangi, Kamis (18/2).

Emilia Contesa bersama tim suksesnya, mengklaim mendapat rekomendasi dukungan Gerindra melalui surat yang diterbitkan DPP Gerindra Rabu kemarin (17/2). Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum Suhardi, Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani, dan Dewan Pembina Prabowo Subianto.

Emilia mengatakan, dirinya tidak mungkin berani melakukan perbuatan melanggar hukum dengan memalsukan surat serta tanda tangan Prabowo Subianto. "Saya ini ngerti hukum," katanya saat dihubungi Tempo melalui telepon selulernya.

Menurut penyanyi yang pernah dijuluki Singa Panggung Asia itu, lebih baik PAC meminta penjelasan dari DPP atau bisa melihat langsung surat asli yang dikantonginya.

Penyanyi lagu Angin November itu memutuskan maju menjadi calon Bupati Banyuwangi pada 14 Juli mendatang. Ia lahir di Banyuwangi, 23 September 1957, dari pasangan Hasan Ali dan Anna Susiani.

IKA NINGTYAS

Wednesday, 17 February 2010

Denada Susut 12 Cm


Rabu, 17 Februari 2010 | 19:09 WIB | Posts by: Achmad Pramudito | 
SURYA Online - Lama tak muncul di hadapan masyarakat Jatim, Denada sempat membuat banyak orang terperangah. Postur artis berdarah Banyuwangi ini terlihat ramping dibalut busana yang ketat.
Ditanya kiat suksesnya membuat tubuhnya terlihat langsing, Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan ini justru menegaskan yang dilakukannya adalah menjalankan pola hidup sehat. “Hidup sehat dan makan makanan yang sehat,” ujarnya ketika ditemui sesaat sebelum mengisi acara memperingati setahun pemerintahan Gubernur Jatim, H Soekarwo, Jumat (12/2).
Putri penyanyi senior Emilia Contessa ini menambahkan, dirinya kini tak lagi makan goreng-gorengan. Selain itu, gadis yang akrab disapa Dena ini juga menjauhi makanan yang mengandung gula.
“Yang paling penting, dalam melakukan sesuatu tujuannya adalah agar sehat, bukan agar tidak gemuk. Aku mengurangi gorengan karena makanan itu tidak bagus buat jantung. Begitu juga gula, tidak baik untuk tubuh,” tandas Dena yang enggan menyebut berat badannya kini.
Berkat disiplin ketat terhadap makanan, pemilik tinggi 168 cm ini akhirnya bisa tersenyum ketika lingkar pinggangnya berkurang sekitar 12 cm. “Berperilakulah hidup dan makan yang sehat, soal nanti jadi kurus itu bonusnya,” begitu canda Dena.
Disamping mengatur pola makan, gadis kelahiran Jakarta, 19 Desember 1978 ini juga rajin olahraga. Setiap hari Dena rutin melakukan joging sekitar satu jam. “Hasilnya, saat di panggung nafas saya jadi lebih enteng, nyanyi juga lebih enak dan nyaman,” pungkasnya. pra

Saturday, 23 January 2010

Denada Tak Dukung Ibunya Jadi Calon Bupati





JAKARTA - Apa rasanya jika keinginan kita maju ditentang anak sendiri? Meski ditentang Denada, Emilia Contessa tak patah semangat maju mencalonkan diri untuk bertarung merebut kursi bupati Banyuwangi.

“(Keluarga) sangat mendukung, kecuali Denada dan suami saya,” curhatnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (22/1/2010).

Menurut Emil, Denada pernah berpesan padanya kalau di usia senja tidak perlu mencalonkan diri jadi bupati. Menurut penyanyi yang kini eksis di jalur dangdut itu, mamanya lebih baik mencari kebahagiaan dengan bersama suami.

“Denada pernah bilang pada saya seperti ini, mama umurnya sudah lebih dari 25 tahun. Mama sudah saatnya mencari kebahagiaan, bukan lagi memikirkan diri sendiri,” papar Emil menirukan ucapan putrinya.

Wanita kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini, sudah lama ditawarkan untuk mencalonkan diri menjadi bupati di kota kelahirannya. Jika pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri dia menolak, saat ini Emil merasa terpanggil.

“Bagi saya itu benar, tapi bagi saya arti kebahagiaan buat saya berarti lain. Karena saya ingin membahagiakan orang lain juga. Saya juga ingin menjaga nama saya dan saya ingin meninggal dalam keadaan terhormat,” urainya.

Mencalonkan diri jadi bupati, ujar wanita kelahiran 23 September 1957, karena ingin beradu nasib di kota kelahiran. Ada beberapa anggota masyarakat yang memintanya maju menjadi calon bupati.

“Saya ingin cerita ke belakang sebentar. Saat ibu Megawati jadi Presiden saya dipanggil oleh bapak Agum Giumelar saat itu beliau menjabat sebagai menteri perhubungan, saya dibawa ke ibu untuk menjadi bupati di tanah kelahiran saya,” ceritanya.

Saat itu memang diakuinya belum ada panggilan dari hati. Kalau sekarang, Emil ingin membenahi kota kelahirannya.

“Saat ini saya mendengar ada banyak masalah yang harus ditangani,” pungkasnya.
(nov)


Wednesday, 16 December 2009

Pesta Djarum 76 Semarak HARJABA 238 - Bersama ST12





ST12 pasti semua Anak muda tahu akan group band yang satu ini, group band kelahiran Bandung ini, akan ikut meramaikan di Event “Djarum 76 Pesta Semarat HUT Kota Banyuwangi” yang ke 238. Pada tanggal 19 Desember 2009 mulai Pukul 19 –Selesai di Taman Blambangan – Kab. Banyuwangi.

Event yang dipromotori oleh Megapro dan Ideal Production, dikemas Pesta Semarak Harjaba ini akan menampilkan beberapa band-band lokal Banyuwangi dan berbagai penjualan Merchandise dan juga ada beberapa Game yang akan mendapakan merchandise dari Djarum76.

Aku tunggu di Semarak HUT HARJABA.


Djarum 76 yang penting heppy………..


PROFIL ST12

Nama ST12 sendiri dipilih mereka sebagai nama grup karena sesuai dengan nama jalan dimana grup tersebut terbentuk yaitu di Studio OMS, Jl.Stasiun Timur No.12. "ST singkatan dari Stasiun Timur" tutur Pepep. Menurut Pepep, studio OMS selama ini sering dijadikan tempat mangkalnya para musisi senior maupun yunior di kota Kembang Bandung.

Seperti grup-grup musik pada umumnya, ST12 mengangkat tembang-tembang bertemakan cinta dalam album perdana mereka. Menurut mereka, lagu bertemakan cinta inilah yang kuat dan laku di pasaran. "Tema cinta merupakan tema yang sangat universal dan bisa dinikmati siapa saja. Baik tua maupun muda." tegasnya.

Group musik yang dimotori oleh Pepep (drum), Iman Rush (guitar), Pepeng (guitar) dan Charly Van Houtten (vocalis) memang belum lama terbentuk, namun nama tersebut di atas bukanlah orang baru di dunia musik.

Sebagai lagu andalan ST12 band menjagokan tembang berjudul ATSL (Aku Tak Sanggup Lagi) dan Jalan Terbaik sebagai judul album. "Kami sempat ragu memilih lagu jagoan. Mau ATSL atau Jalan terbaik. Namun setelah rembukan dengan produser dan juga mendapat masukkan dari berbagai pihak, akhirnya kami memutuskan ATSL sebagai lagu unggulan."

Lagu ATSL sendiri memiliki karakter warna musik dan lirik yang kuat. Selain itu musiknya pun sangat easy listening sehingga sangat enak didengar dan mudah diikuti."Kami sengaja menciptakan musik yang easy listening. Sehingga orang awam atau pemusik jalanan yang hanya menggunakan gitar dalam bernyanyi, dapat memainkan lagu kami," jelas Pepep.

Konsep easy listening inilah yang akhirnya dijadikan ST12 sebagai visi dan misi mereka dalam menggarap album-albumnya."Kosep ini tidak akan dirubah.Mungkin kalau toh ada perubahan,lebih condong ke warna musiknya saja. Dimana warna musik tersebut akan kami sesuaikan dengan warna musik yang up to date pada masanya," kata Pepep. Namun, lanjutnya, "Kami tidak akan menghilangkan aspek komersial. Karena itu penting untuk penjualan."
.

Sunday, 13 December 2009

4 Bacabup PDIP Banyuwangi Adu Visi




Banyuwangi-zonaberita.com – Empat kandidat bakal calon bupati Banyuwangi memaparkan visi masing-masing di hadapan ratusan kader dari PDI Perjuangan setempat, Minggu (13/12/2009).

Empat kandidat itu; Ratna Ani Lestari, Bupati Banyuwangi, Dadang Wahyu Pengurus DPC, Emillia Contessa, penyanyi yang juga kader PDIP; dan Abdullah Azwar Anas mantan anggota DPR RI.

Hj Emilia Contessa, artis yang pernah dijuluki majalah News Week Amerika sebagai “Singa Panggung dari Asia Tenggara” ini berhasil memukau audiensi. “Kalau cuma gembar-gembor sekolah gratis, saya juga bisa,” kata Emillia, menyidir papara calon lain.

Sedangkan Abdullah Azwar Anaz mengatakan, ”Forum seperti ini bukan hanya untuk kepentingan partai semata. Juga sebagai ajang pembelajaran politik bagi masyarakat. Ini supaya masyarakat tahu tentang visi–misi calon pemimpinnya,” tandas Anas disambut tepuk tangan kader.

Soal papara visi para kandidat, pentolan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi, Ansel, berpendapat apa yang disampaikan oleh keempat bacabup hanyalah janji-janji belaka. “Hanya janji-janji belaka,” tegas Ansel kepada zonaberita.com

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi, menyatakan, tidak akan menolak pernyataan itu karena politik pada dasarnya memang berupa janji-janji. “Tetapi janji-janji yang diucapkan itu adalah sebuah kontrak politik dengan konstituen PDI Perjuangan. Bila janji-janji itu tidak dilaksanakan, tentu akan sangat beresiko baik bagi dia sendiri maupun bagi PDI Perjuangan,” kata Kusnadi. (eks/hs) Dipublikasikan kembali oleh koranisun.com

Sunday, 6 December 2009

Konser Ridho Rhoma di Banyuwangi Ricuh





Banyuwangi - 18 orang diamankan saat konser Ridho Rhoma dan Soneta 2 yang digelar di stadion Maron Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Mereka ditahan karena diduga biang kerusuhan dalam konser yang berlangsung pada Sabtu (5/12/2009) malam.

"18 orang kita amankan karena melempari batu ke arah penonton dan petugas. Mereka akan kita beri pembinaan," kata Kasat Samapta Polres Banyuwangi, AKP Roby Hartanto pada wartawan saat ditemui seusai konser berakhir.

Konser putra kandung Rhoma Irama berlangsung ricuh. Kericuhan dipicu banyaknya penonton yang masuk ke dalam stadion dengan melompat pagar. Ketika dihalau para penonton ini melempar polisi dengan lemparan batu dan kayu.
Aksi kejar-kejaran hingga masuk ke pemukiman warga yang berdekatan dengan stadion.

Awalnya konser yang dibuka penampilan artis lokal itu tertib. Namun beberapa menit kemudian penonton liar berulah. Mereka menaiki pagar stadion untuk masuk ke lokasi pertunjukan.

Ridho Rhoma yang bernyanyi menghentikan sejenak konsernya memberi kesempatan kepada aparat untuk menertibkan para penonton. Selain itu panggung tempat dia bernyanyi tak luput dari lemparan batu.

Polisi kemudian bertindak tegas. Penyisiran dan pengejaran dilakukan di luar stadion. Akibat dari kericuhan itu 2 petugas dan 5 penonton mengalami luka bocor di kepala.

Kericuhan yang terjadi sepanjang konser membuat beberapa rumah warga yang dekat dengan stadion rusak. Atap genteng mereka banyak yang pecah akibat lemparan batu. Warga berharap kerusakan itu mendapat perhatian dari panitia konser. "Atap genteng saya banyak yang pecah. Mudahan dapat ganti," ungkap seorang warga. (wln/wln)

Saturday, 28 November 2009

Ricuh, Konser Kangen Band Dibubarkan

Korban luka akibat kericuhan saat konser Kangen Band di Banyuwangi, Jatim. |

Agus Ainul Yaqin | 29/11/2009 04:20 | Liputan6.com, Banyuwangi: Konser musik Kangen Band diwarnai kericuhan di Lapangan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (28/11). Akibatnya, puluhan penonton terluka. Sejak konser dimulai, benih kerusuhan sudah terasa hingga akhirnya para penonton saling lempar batu, sandal, dan botol air mineral.

Tak jelas apa pemicu kericuhan. Namun pengamanan yang minim membuat kerusuhan semakin tak terkendali. Polisi mencoba meredam dengan menangkap para penonton yang dianggap biang kericuhan. Petugas medis yang hanya tiga personel sempat kewalahan menangani korban luka.

Melihat kondisi kian tak menentu, polisi naik panggung meredam kekacauan. Tapi upaya itu sia-sia. Sejumlah penonton tetap tawuran. Polisi akhirnya membubarkan konser karena situasi sudah di luar kendali.(ZAQ)

Sunday, 8 November 2009

Aline Adita kenal pacar di ketapang



Koranisun | Presenter acara reality show 'mata-mata' di salah stasiun swasta sekaligus model, Aline Adita berbicara mengenai pasangan barunya.

Model yang juga menjadi penulis rubrik dalam majalah pria dewasa ini mengaku lama menjomblo semenjak berpisah dengan mantan suaminya yang tidak lain adalah putra dari artis senior Rima Melati. Namun akhirnya aline mengakui juga bahwa ia sekarang telah mempunyai pasangan baru.

“Ketemunya waktu ngemsi di Ketapang Banyuwangi. Kenalan, ngobrol-ngobrol dan nyambung. Kita langsung pedekate (pendekatan-red). Saat itu juga, kita langsung pacaran,” terang Aline kepada RMBlitz, ketika ditemui dalam acara Pemilihan Wajah Femina 2009, belum lama ini. Menurut wanita yang bernama asli Caroline Ingrid Adita ini, hubungan mereka telah diketahui oleh orangtua masing-masing, namun ia juga menyebutkan masih tidak mau untuk membahas lebih jauh ke jenjang pernikahan.

“Merit atau nggak pokoknya masih lama. Jadi nggak tahu kapan akan menikah lagi. Karena aku masih menikmati legitnya pacaran dulu,” kilah wanita kelahiran Jakarta 17 Juli 1980 ini. "Dia jago masak, khususnya masakan Prancis" komentar Aline tentang Juna Rorim Pandey, pasanganya yang merupakan orang Indonesia dan berprofesi sebagai kuliner cheef hotel di Amerika.

“Nggaklah, di sini juga banyak bule dan cakep juga. Dulu sama mantan suami juga sempat long distance sebelum menikah. Memang pacaran long distance nggak seru. Tapi aku jalanin aja dulu. Namanya juga masih pacaran,” tutupnya ketika ditanya apakah berhubungan jarak jauh merupakan suatu masalah baginya.