Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Wednesday, 27 October 2010

PLN Banyuwangi Gagal Penuhi Target 12 Ribu Sambungan


TEMPO Interaktif, Banyuwangi - PT PLN Distribusi Banyuwangi tidak dapat memenuhi target 12 ribu calon pelanggan listrik dalam program 'Gerakan Sehari Sejuta Sambungan'.

Manager Area PT PLN Banyuwangi, Jawa Timur, Syaifur Rahman, mengatakan, PT PLN hanya mampu merealisasikan listrik ke 7.500 calon pelanggan sejak program tersebut dibuka September lalu. "Waktunya terlalu mepet," kata Syaifur Rahman kepada wartawan, Rabu (27/10).

Gerakan sehari sejuta sambungan merupakan program yang dibuat PT PLN menyambut Hari Listrik Nasional ke-65 tahun yang diperingati 27 Oktober hari ini.

Selain alasan waktu, kata Syaifur Rahman, tidak tercapainya target tersebut karena masyarakat tidak siap menyediakan biaya penyambungan. "Calon pelanggan tetap menanggung sepenuhnya biaya penyambungan listrik,"katanya.

Selama Januari-September 2010, PT PLN Banyuwangi telah merealisasikan listrik ke 10 ribu pelanggan. Pada tahun ini, kata dia, PLN menargetkan 21 ribu calon pelanggan yang mendapat akses listrik. Saat ini masih ada 34 persen kepala keluarga di Banyuwangi yang belum menikmati aliran listrik

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, Pemerintah Banyuwangi berencana akan memberikan subsidi pemasangan listrik bagi rumah tangga sangat miskin pada tahun 2011. "Sekarang masih kita mapping," katanya.

Menurut dia, Pemerintah Banyuwangi tahun ini masih memprioritaskan penerangan di ruas-ruas jalan utama melalui program Banyuwangi Menyala dengan anggaran Rp 10 miliar.

 IKA NINGTYAS

Thursday, 14 October 2010

TNI AL Dapat Jatah 1 Kapal Rudal Cepat Tahun 2011


TEMPO Interaktif, BANYUWANGI -  Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau pembuatan kapal cepat rudal (KCR) Trimaran di PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut Sjafrie, kapal tersebut akan diberikan kepada TNI Angkatan Laut untuk mendukung pertahanan dan keamanan laut Indonesia. Kapal senilai Rp 250 miliar itu dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. "Uji coba kapal akan dilakukan pada Desember 2011," kata Sjafrie kepada wartawan usai melakukan kunjungan, Kamis 14 Oktober 2010.

Sjafrie menjelaskan, penambahan kapal ini sebagai bagian dari percepatan alat-alat pertahanan TNI dengan melibatkan perusahaan di dalam negeri, baik milik pemerintah dan perusahaan swasta nasional. "Produksi dalam negeri lebih efisiensi anggaran," kata dia.

Direktur PT Lundin Industry Invest, Lizza Lundin, mengatakan, kapal yang mulai dibuat awal 2010 itu memiliki ukuran panjang 63 meter dan lebar 15 meter. KCR Trimaran memiliki kapasitas 31 orang dan satu tim pasukan khusus.

PT Lundin berdiri di Banyuwangi sejak tahun 2004 dan telah memproduksi 72 unit kapal untuk militer, SAR dan kapal pesiar. Selain melayani TNI AL, berbagai produksinya diekspor ke Australia, Brunei, Thailand, dan Malasyia.
IKA NINGTYAS

Monday, 8 March 2010

Alat Kejut Pembunuh Bakteri Susu


JAWA TIMUR -- Seorang anak pemilik sapi perah mendadak sakit setelah meminum susu segar di Desa Sragi, Songon, Banyuwangi, Jawa Timur, pada 2009. Padahal susu tersebut sudah dimasak. Sudah puluhan anak mengalami kasus serupa.
Hadi Apriliawan merasa penasaran. Mahasiswa Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya ini segera mencari referensi mengenai penyebabnya. Dari pencariannya, Hadi menyimpulkan bahwa anak itu sakit akibat susu segar yang dimasak pada suhu 60 derajat Celsius. Pada suhu itu, susu segar masih mengandung berbagai bakteri, meski susu dalam kemasan. Padahal susu yang salah kelola bisa rusak.
Susu menjadi sehat karena bakteri negatif, seperti Coliform, mati. Pembunuhan bakteri sering menggunakan metode thermal atau pemanasan, seperti pasteurisasi, yaitu pemanasan pada suhu 60-100 derajat Celsius. Cara ini tak menghilangkan spora bakteri, walaupun bisa memperpanjang umur simpan susu.
Bahkan sejumlah kandungan dalam susu, termasuk protein whey, terlarut. "Bakteri positif juga terbunuh," kata mahasiswa kelahiran 21 April 1989 ini. "Susu yang baik adalah susu dengan sedikit jumlah bakteri, tidak mengandung spora mikroba patogen...."
Hadi lantas mencoba membuat alat pengolah susu yang aman. Alat pembunuh bakteri tanpa "melukai" bakteri positif. Susu rusak, secara fisik, sebenarnya mudah dikenali dari aroma, rasa, dan bentuk yang menggumpal. Rusaknya fisik susu juga bisa diketahui dari perubahan kimiawi dan organoleptis.
Tapi bakteri negatif dalam susu sulit dideteksi. Padahal bakteri ini umumnya menjadikan zat gizi dalam susu sebagai sumber energi, makanan, atau penunjang perkembangbiakannya. Susu tercemar bakteri jahat bisa semakin rusak apabila cara penyimpanannya salah.
Dalam penelitiannya, Hadi menggunakan bakteri Coliform sebagai indikator polusi, seperti penelitian lain, pada umumnya. Coliform, yang tumbuh baik pada suhu 44-46 derajat Celsius, tetap mampu tumbuh pada suhu -2 ataupun 50 derajat Celsius. Keberadaan bakteri ini menunjukkan besar kemungkinan bakteri membahayakan lain tumbuh subur.
Lima bulan sejak September 2009, satu alat dibuat, yakni Laban Elektrik. Laban merupakan bahasa arab, yang berarti susu. Jika dibuat dalam skala rumah tangga, biaya membuat Laban Elektrik sebesar Rp 3 juta. Alat itu menjadikan Hadi sebagai pemenang lomba Pekan Kreativitas Mahasiswa. Ia masuk 10 besar pemenang acara Pemuda Berprestasi Berbasis Iman dan Taqwa Kementerian Pemuda dan Olahraga dan mendapatkan hadiah Rp 15 juta.
Laban Elektrik sangat sederhana. Sebelum masuk ke alat itu, susu terlebih dulu didinginkan. Susu kemudian dimasukkan dalam tangki bahan. Alat disetel pada tegangan 20-80 kilovolt dan dinyalakan beberapa detik. Semakin rendah tegangan, proses penyalaan alat semakin lama. Setelah alat dimatikan, susu sehat dikeluarkan melalui tempat pengeluaran.
Kejutan listrik tegangan tinggi (pulsed electric field) menyebabkan mikroorganisme yang terkandung pada susu mati. Kematian bisa terjadi akibat aktivitas metabolisme yang sudah tak normal. Kejutan meningkatkan metabolisme tubuh sel terlalu tajam sehingga mengganggu kerja dan fungsi fisiologis sel.
"Kematian mikroba akibat kejutan listrik tegangan tinggi karena dipengaruhi oleh kerusakan struktur sel lain, seperti rusaknya membran sitoplasma sel," kata Hadi. "Alat ini bisa mematikan bakteri negatif dan mempertahankan bakteri positif."
Sistem kejut listrik ini menjadi penyempurna metode thermal yang diteliti seniornya sebelumnya. Alat pengolah susu--metode thermal--dengan sistem kejut listrik ini menguntungkan karena mematikan bakteri dalam waktu singkat, berbiaya murah, dan hemat listrik.
Alat ini tak hanya berlaku pada pengolahan susu, tapi juga pada benda cair lain, seperti minuman atau makanan. Laban menarik minat sebuah perusahaan susu. Hadi pernah ditawari memproduksi alat secara massal. Namun ia menolaknya.
Hadi beralasan masih perlu menyempurnakan tangki bahan agar bisa dibuat dalam skala rumah tangga. Dengan begitu, tetangganya bisa membuat alat ini sendiri. BIBIN BINTARDI | PURWANTO
Empat Bagian Laban
1. Pembangkit listrik tegangan tinggi
Alat ini bisa memproduksi pulsa tegangan 25 kilovolt, terdiri atas transformator fly-back penaiktegangan, penyearah daya DC yang stabil, oskilator sebagai pengatur waktu, dan rangkaian driver penguat arus dari oskilator.
2. Dua tangki bahan (food tank)
Berfungsi sebagai tempat bahan olahan. Tangki pertama sebagai penampung bahan masukan dan tangki kedua sebagai penampung bahan keluaran. Di dalam tangki terdapat pompa celup, yang berguna memompa bahan ke wadah perlakuan. Satu keran berguna sebagai pengatur debit keluaran.
3. Ruang perlakuan (processing room)
Proses pasteurisasi berlangsung menggunakan tegangan tinggi. Dalam pipa dengan panjang alur 30 cm ini terdapat elektroda aluminium untuk mempercepat proses pasteurisasi dengan metode kejut listrik.
4. Meja penyangga
Ini hanya alat pendukung proses pasteurisasi kejut.

Friday, 27 November 2009

Q3 09, Pendapatan Bersih BTEL Rp 2 Triliun



Pertumbuhan jumlah pelanggan sesuai perkiraan yakni 10,5 juta pelanggan di akhir tahun. | Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna | JUM'AT, 27 NOVEMBER 2009, 16:12 WIB |

VIVAnews - Pertumbuhan pelanggan Bakrie Telecom (BTel) tetap menunjukkan peningkatan konsisten. Hal itu dapat dilihat dari laporan kinerja perusahaan per kuartal ketiga 2009, di mana jumlah pelanggan Bakrie Telecom mencapai 9,81 juta pelanggan.

Pertumbuhan ini mengalami peningkatan 49,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara, dibandingkan Q4 08, jumlah pelanggan Bakrie Telecom sebesar 7,3 juta pelanggan, atau meningkat sebesar 34,3 persen.

Pertumbuhan jumlah pelanggan ini mengakibatkan pendapatan bersih perusahaan meningkat 29,8 persen, dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 2,0 triliun. Demikian pula dengan pendapatan usaha BTel, yang meningkat 27,4 persen dari Rp 1,99 miliar menjadi Rp 2,5 miliar.

Lonjakan cukup berarti juga terlihat pada catatan EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization), di mana BTel membukukan pertumbuhan sebesar 59,8 persen tahun ke tahun (year-on-yar growth). Pada Q3 09 ini, EBITDA BTel tercatat senilai Rp 930 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 582 miliar.

Laba bersih BTel juga menunjukan hasil positif, yakni sebesar Rp 97 miliar, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 121 Miliar. Penurunan laba bersih ini dipicu oleh beberapa faktor, terutama kenaikan beban bunga dan dan biaya depresiasi sejalan dengan penambahan aset akibat perluasan jangkauan wilayah layanan secara nasional serta untuk meningkatkan kualitas jaringan. Hal ini ditunjukkan oleh penambahan 21 kota baru antara September 2008 hingga September 2009.

Hingga akhir September, layanan BTel telah hadir di 76 kota, bertambah 21 kota dibandingkan tahun lalu, baru hadir di 55 kota. Adapun kota-kota baru yang hadir selama satu kuartal ini adalah Singkawang (Kalimantan Barat), Mataram (Nusa Tenggara Barat) dan Banyuwangi.

“Kami melihat pertumbuhan Bakrie Telecom berjalan baik dengan terus menunjukkan kinerja umum yang positif,” kata Jastiro Abi, Direktur Keuangan BTel, pada keterangannya, 27 November 2009. “Kami harapkan kinerja ini dapat terus dipertahankan agar keinginan perusahaan untuk berkembang dan menjadi perusahaan telekomunikasi nasional layak diperhitungkan, tercapai,” ucapnya.

Menurut Abi, pertumbuhan jumlah pelanggan masih sesuai dengan perkiraan awal perusahaan, sehingga di akhir tahun ini perusahaan optimis dapat merengkuh target 10,5 juta pelanggan.

• VIVAnews

Saturday, 14 November 2009

Situs Banyuwangi Paling Mahal




koranisun.com | Berapa kisaran harga situs yang telah anda buat? Situs yang anda desain bertahun-tahun yang lalu, dan berusaha anda publikasikan, Apakah nilai dari situs anda telah sesuai dengan biaya yang anda keluarkan?. Sekarang pertanyaan-pertanyaan diatas bisa dijawab dengan mudah. Telah banyak bermunculan situs-situs yang mampu menganalisa nilai dari website yang telah ada di dunia maya. Salah satunya adalah www.yourwebsitevalue.com . Untuk apa kita mengukur ’value’ dari sebuah website? Salah satunya adalah untuk mengetahui popularitas, serta tingkat pertautan website tersebut di dunia maya. Dan pada akhirnya berhubungan dengan keefektifan website tersebut apabila dipasangi suatu iklan. Tentu saja secara logika, semakin terkenal suatu website, semakin banyak orang yang meng-klik situs tersebut, semakin besar juga kemungkinan orang membaca iklan yang kita pasang bukan?


Tentang www.yourwebsitevalue.com
situs ini menggunakan 12 step dalam menganalisa sebuah website, antara lain detecting website, initial analysis, checking site usage, checking site popularity, checking site recognition, checking site longevity, checking search engine recognition, checking inlink serta beberapa tahapan lainnya.

Dan berikut hasil checking yang dilakukan oleh koranisun.com terhadap alamat-alamat situs yang dibuat oleh lare osing atau tentang banyuwangi. Berada pada urutan teratas adalah www.lareosing.org dengan nilai $13,004. Perolehan ini mengalahkan situs resmi Pemda Banyuwangi (www.banyuwangikab.go.id) dengan nilai taksiran $1,121. Tentu saja value dari kedua situs tersebut masih jauh dibandingkan dengan google.com ($5,121,892,294) namun tentu saja dengan komitmen dan konsep yang bagus diharapkan kehadiran situs-situs lokal seperti dua website diatas dapat memberikan sesuatu bagi kota Banyuwangi.


Berikut Hasil Pengecekan Situs-situs lokal oleh koranisun.com :

www.banyuwangi.com = $8
www.blambangan.com = $6
www.lareosing.org = $13,004
www.laros.web.id = $510
www.banyuwangipedia.com = $4
www.banyuwangikab.go.id = $1,121
www.visfmradio.com = $385
ely-anak-merana.blogspot.com = $21
www.radarbanyuwangi.co.id = $21

www.google.com = $5,121,892,294 (per 12 november 2009)